Bareskrim Bongkar Jaringan 30 Kg Sabu di Banyuasin, 4 Tersangka Dijerat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menyelukkan jaringan peredaran narkoba di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan. Operasi ini berhasil memangkas 30 kilo sabu beserta empat tersangka.

Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Wakil Ketua Tindak Pidana Narkoba, menyatakan bahwa barang bukti yang ditemukan terdiri dari 30 paket sabu dengan nilai sekitar Rp 54 miliar ketika dikonversi ke mata uang. Informasi awal muncul Selasa (3/2) ketika masyarakat mencurigai mobil Yaris berwarna hitam nomor polisi BM-1437-RZ yang terparkir lama di jalan Raya Palembang-Jambi, Pangkalan Balai.

Tim pengawas dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bagian III, dipimpin oleh Kombes Pol Handik Zusen dan Satgas NIC, melakukan penyelidikan ke lokasi tersebut. Hasil pemantauan awal menunjukkan tanda-tanda peredaran narkoba melalui sistem tempel. Kelompok ini secara menyeluruh memantau gerakan mobil tersebut hingga menemukan indikasi pergerakan menuju area SPBU Rejodadi.

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan mobil Yaris berusaha melarikan diri saat dibantuk oleh petugas. Tersangka Abiyu Bima Ayatullah alias Bongkol, yang mengendalkan kendaraan tersebut, diketahui memiliki 3 kerung yang berisi sabu. Total barang narkoba yang ditemukan adalah 30 kilogram.

Sebagian tersangka lainnya, antara lain Nando Saputra alias Bopak, Andi Yuni Yansyah alias Jentu, dan Ade Kurniawan alias Jhon, juga ditangkap dalam mobil Toyota Calya warna hitam nomor polisi BG-1198-R. Bopak, sebagai pengorganisasi utama, menyatakan bahwa sabu tersebut diarahkan ke Komplek Amin Mulya, Jakabaring, melalui instruksi dari Agung Darmawan alias Apet.

Tersangka dijerat berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Operasi ini menunjukkan keberhasilan dalam mempertahankan keterbatasan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Pengamankan jaringan narkoba tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman. Keberhasilan operasi ini menunjukkan kebutuhan konsisten dalam memperkuat kerja sama antara lembaga keamanan dan masyarakat dalam memantau aktivitas ilegal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan