Bali Tangkap 16 Orang Mengulangkan Propaganda ISIS Lewat TikTok

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Amsterdam – Polisi Belanda berhasil memangkas 16 individu yang diduga memulurkan pesan ekstremisistik melalui platform TikTok. Aktivitas mereka mengandung panggilan untuk bergabung dalam tindakan violence atau menjadi kerangka organisasi teroris.

Penyelidikan, yang mulai pada Agustus 2025, mengarah pada penangkapan mereka di bulan februari 2026. Para tersangka berumur 16 hingga 53 tahun, terdiri dari 13 warga negara Suriah, tiga warga Belanda, dan empat anak di bawah umur. Konten yang dibagikan mencakup ajakan untuk bertindak melawan negara tertentu atau mempromosikan ide kekerasan.

Kantor Kejaksaan (OM) menyatakan bahwa aktivitas tersebut “serius merusak keamanan masyarakat”. Penyebaran propaganda ISIS, baik dalam bentuk teks maupun video, dianggap melanggar hukum. Penyebaran konten merusak potensi bencana sosial jika tidak ditangani cepat.

Sejumlah post TikTok yang viral, dengan view lebih dari 100.000 kali, menjadi bukti bahwa media sosial bisa menjadi alat penyebaran ide berbahaya. Tiga anak di antara 16 tersangka dicontohkannya mungkin tidak penuh kesadaran akan dampak aktivitas mereka.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa menyebarkan ide teroris tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak harmoni sosial. Meski penangkapan 16 orang ini berhasil, pihaknya tetap siap memantau risiko penangkapan tambahan terkait kasus ini.

Aktivitas ekstremisistik yang bermula dari media sosial memerlukan perhatian cepat. Platform digital harus memperkuat mekanisme pengawasan untuk memadamkan konten berisiko sebelum menyebar luas. Komunitas juga perlu lebih kritis dalam memproses informasi, terutama yang memicu kebencian atau kejahatan.

Kesalahan membuka pintu bagi teroris bisa menghancurkan keamanan rakyat. Teknologi dan kebijakan harus saling mendukung untuk mencegah reproduksi ide berantai. Semua pihak, dari pemerintah hingga orang biasa, memiliki peran dalam menjaga ruang digital dari ancaman berbahaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan