3 Rencana Transparansi Bursa Usai Pertemuan Kedua dengan MSCI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BEI dan KSEI bertemu MSCI, penyedia indeks global, di Jakarta pada Rabu (11/2/2026). Keduanya membahas rencana meningkatkan transparansi pasar saham. PEjabat BEI Jeffrey Hendrik mengungkap tiga kebijakan utama yang akan diimplementasikan. Pertama, membuka kepemilikan saham berupa 1% atau lebih. Kedua, memberikan informasi investor lebih lengkap. Ketiga, meningkatkan free float sebesar 15% melalui peraturan I-A.

Langkah-langkah ini dirancang untuk memperkuat integritas pasar. BEI-Sei juga mengeksposkan daftar saham dengan pemegang saham terkonsentrasi. Proses ini mengikuti praktik bursa global seperti Hong Kong. Tujuannya memperlancar transparansi dan menarik investor lebih luas.

Data rinci investor akan diperluas hingga 27 kategori. Sebelumnya hanya 18 kategori, sempat mencakup Corporate (CP) dan Others (OT). Perubahan ini bertujuan memberikan gambaran lebih jelas tentang struktur pemegang saham.

BEI-KSEI menargetkan implementasi rencana ini sebelum April 2026. OJK meminta SRO seperti BEI-KSEI menjaga kerja sama aktif dengan MSCI. Kementerian Keuangan juga mendukung upaya ini untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia.

Implementasi kebijakan transparansi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Transparansi bukan hanya tentang data, tapi juga kepercayaan. Investor diharapkan lebih aktif berpartisipasi, bukan hanya menghadiri tapi juga berkontribusi. Masa depan pasar saham Indonesia tergantung pada kematangan ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan