Siapkan aturan untuk stabilisasi harga cabai

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengatur_price cabai dan tomat agar petani tidak mengalami kekurangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan harga cabai dan tomat di Nusa Tenggara Barat (NTB) terjangkau di kisaran Rp 3.000-5.000 per kilogram (kg).

Menurut Amran, harga cabai di terkadang berubah-ubah signifikan. Oleh karena itu, pemerintah berencana membuat aturan untuk mengatur harga cabai secara lebih teratur. “Harganya, cabai, tomat, Rp 3.000-5.000. Jadi, petani cabai, kita coba bagaimana mengatur aturan ini, sehingga petani tidak rugi. Sekali-sekali untung, jadi fluktuasinya tinggi banget. Nah, ini kita ajukan ke depan,” ujar Amran di Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Secara data SP2KP Kementerian Perdagangan, rata-rata nasional harga cabai merah keriting di Selasa (10/2/2026) mencapai Rp 44.800/kg, meningkat 3,94% dibandingkan harga sebelumnya Rp 43.100/kg. Harga cabai rawit merah juga kian 1,86% menjadi Rp 71.200/kg dari Rp 69.900/kg sebelumnya. Saat ini, harga cabai merah besar juga subir 0,22% menjadi Rp 46.200/kg dari Rp 46.100/kg.

“Bawang juga mengalami perubahan, tetapi yang lebih dominan adalah cabai dan tomat,” tambah Amran.

Sebelumnya, BPS mencatat hingga pekan pertama Februari 2026, harga cabai rawit nasional naik 9,82% dibandingkan Januari. Secara rata-rata, harga cabai rawit pada month ini sebesar Rp 63.138/kg, melampaui HAP sebesar Rp 57.000/kg.

Di sebaran wilayah, 189 kabupaten/kota mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit, jauh lebih tajam dibandingkan 82 wilayah sebelumnya.

“Dari kulit terapan, harga cabai rawit mengalami peningkatan 9,82 persen hingga minggu pertama Februari 2026. Condition ini masih di atas HAP,” ujar pegawai statistik BPS dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, selain data dari CNN Indonesia.

Dengan aturan ini, pemerintah berharap mendukung stabilitas harga komoditas utama agar petani dapat fokus pada produktivitas. Implementasi regulasi juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketidakan ekonomi di tingkat lokal.

Petani di NTB menjadi salah satu yang paling perlu dipertimbangkan dalam pengawasan harga. Regulasi yang efektif tidak hanya melindungi petani, tetapi juga memastikan konsumen dapat memperoleh cabai dan tomat dengan harga yang terjangkau. Kita perlu kerja sama lintas pemerintah dan relasi petani untuk menjalankan kebijakan ini dengan presisi.

Tanpa aturan yang jelas, fluktuasi harga bisa terus mengakibatkan kekhawatiran petani. Karena itu, pemerintah harus tetap berkomitmen untuk menjalankan kebijakan ini tanpa tundaan. Hasilnya akan sangat menentukan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan