Mahasiswa STIK Meneruskan Arahan Presiden untuk Bantuan Warga Aceh Pascabencana

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mahasiswa STIK di Aceh Timur memanfaatkan kehadiran mereka untuk bantu masyarakat yang terparah bencana banjir. Selama satu bulan, jajaran 249 mahasiswa dari berbagai jurusan menyalin tanggapan melalui pengobatan gratis, pembangunan sumur air, dan distribusi bantuan sosial. Kegiatan ini dituntukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap bencana alam.

Firdaus, sebagai perwira pendamping, menjelaskan bahwa fokusnya tidak hanya pada penanganan fisik, tetapi juga mendampingi trau mahasiswa. “Pemulihan harus ikut dengan aspek psikologis, terutama untuk anak-anak yang tergoda kekhawatiran,” katanya. Keahlian mereka juga mencakup aktivitas kerja bakti dan pendampingan agama untuk memperkuat ketangguhan masyarakat.

Iptu Aldwi Ashary, salah satu partisipan, mengungkapkan bahwa pengabdian itu mencerminkan empati generasi muda. “Kita ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi sebenarnya, bukan hanya dengan kata-kata,” ujarnya. Sementara Iptu Bima Praelja berharap kehadirannya bisa menjadi solusi sementara untuk warga yang masih ber’uang.

Sebagai penegasan, video mendagri mengilustrasikan daerah di Aceh yang telah mulai membangun diri kembali. Konten ini menegaskan bahwa pemulihan bencana bukan hanya soal konstruksi, tetapi juga tentang cara masyarakat saling dukungan.

Kehadiran STIK di Aceh Timur menunjukkan bahwa keinginan untuk memanfaatkan ilmu dan waktu bisa diubah menjadi aksi nyata. Initiatif ini tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga mengingatkan bahwa kemanusiaan harus menjadi prioritas saat bencana tiba. Dengan pendekatan yang seimbang, generasi muda bisa menjadi tulang punggung pembentukan kebijakannya di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan