Komisi X DPR Bertemu Rektor UI dan UGM untuk Diskusi Penting

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Komisi X DPR mengadakan rapat untuk mendengar pendapat rektor-rektor PTN dan PTS. Salah satu topik utama adalah skema penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.

Rapat digelar di ruang rapat di gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026. Hetifah Sjaifudian, ketua Komisi X DPR, melaksanakan diskusi tersebut.

Hetifah menekankan kebutuhan kebijakan penerimaan yang adil dan proporsional. Ia mengakui banyak pertanyaan dari PTN dan PTS terkait cara merumuskan jalur masuk yang inklusif, seperti UTBK, prestasi, atau TMBK.

“Universitas negeri dan swasta diharapkan bisa berkolaborasi untuk menciptakan sistem yang menguntungkan mahasiswa dari daerah terdepan atau terluar,” kata Hetifah. Ia mengingatkan bahwa seleksi hanya berdasarkan akademik memungkinkan risiko ketimpangan sosial.

Contohnya, UI telah menyediakan fasilitas bagi mahasiswa dari wilayah 3T. Hetifah meminta universitas swasta, terutama UPH, mengikuti langkah ini untuk mempertahankan nilai karakter mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Dia juga meminta informasi lebih lanjut tentang kebijakan affirmative atau adaptive yang telah diaplikasikan. Tujuannya adalah memahami pengalaman praktis universitas dalam memastikan keadilan sosial.

Rapat ini masih berlangsung. PTN dan PTS yang hadir mencakup UI, UGM, UNDIP, UNHAS, UNJ, Paramadina, dan UPH. Setiap kampus diundang untuk membahas pendekatan mereka.

Hukum pendidikan harus tetap menjaga kualitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi calon yang mungkin kurang dikuasai academik. Kebijakan ini bisa menjadi solusi untuk mendekatkan pendidikan dengan masyarakat.

Pemikiran ini membuka ruang untuk dialog yang lebih mendalam. Semoga kebijakan pendekatan yang lebih inklusif bisa terwujud tanpa mengabaikan aspek kualitas dan keadilan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan