Hasnur Group Membentuk Tim dan Tata Kelola untuk Menghadapi Tantangan Bisnis 2026

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hasnur Group menyatakan bahwa manusia, budaya, dan sistem pengelolaan menjadi pilar utama pertumbuhan perusahaan serta solusi keberlanjutan dalam menghadapi tantangan bisnis tahun 2026. Pesan ini dibahas dalam Townhall Hasnur Group 2026 dengan tema “Living Our Values, Innovating Through the Change”. Aktivitas ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi perusahaan, memperkuat dinamika kerja, serta menegaskan keberlanjutan Hasnur Group sebagai kelompok usaha yang beragam.

Acara dimulai dengan pembacaan doa dan lagu Indonesia Raya, kemudian disertai dengan penjelasan Tujuh Nilai Inti Hasnur Group sebagai identitas budaya perusahaan. Presiden Direktur Jayanti Sari memulai penyelidikan dengan menyiratkan perusahaan sebagai kapal besar yang berlayar menuju tujuan jangka panjang. Ia menekankan kebutuhan arah jelas dan kompas yang tepat untuk memenuhi visi jangka panjang.

Jayanti menekankan penguatan budaya kerja melalui program “New Working Culture” serta pembentukan Komite Transformasi Bisnis. Sistem ini dirancang agar proses organisasi tetap fleksibel, efisien, dan mendukung keberlanjutan. Di sesi talkshow dengan Country Manager RMA Group Indonesia Toto Suharto, dia menyoroti hubungan antara kepemimpinan, budaya, dan hasil organisasi.

“Kepemimpinan efektif dihasilkan melalui keyakinan internal yang dikonversi menjadi budaya, lalu diwujudkan melalui aksi konsisten. Transformasi budaya harus diperkirakan secara terstruktur dan berkelanjutan,” kata Toto. Diskusi panel melibatkan dr. Zulfikar Alimuddin, CEO Zainal Hadi, dan komite lain yang menekankan pentingnya tata kelola kuat, kepemimpinan berbasis kompetensi, serta peran manusia sebagai fondasi perusahaan.

Hasnur Group juga mengembangkan Whistle Blowing System (WBS) dan Knowledge & Innovation Management System. WBS menjadi jalur resmi untuk laporan pelanggaran tanpa risiko, menegaskan komitmen perusahaan terhadap integritas dan transparansi. Sistem pengelolaan pengetahuan dan inovasi diharapkan mendukung pengembangan ide baru di seluruh entitas.

Akaran acara ini dihadiri lebih dari 400 partisipan dari berbagai bagian perusahaan, menjadi kesempatan memperkenalkan program Culture Activation. Ini mencakup pembentukan tim intervensi budaya dan culture agent untuk memicu perubahan nilai perusahaan secara internal.

Acara ditutup dengan penghargaan Top Learner Ruang Kerja bagi enam karyawan dalam dua kategori: penyerapan kursus wajib dan kursus mandiri. Hadiah ini merenung komitmen belajar terus berkelanjutan.

Studi terkini menunjukkan perusahaan yang mengintegrasikan budaya kerja yang kuat bisa meningkatkan keterlahan karyawan hingga 30%. Selain itu, sistem laporan anonim seperti WBS terbukti mengurangi risiko korupsi hingga 45% dalam organisasi.

Hasnur Group membuktikan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya dari aset fisik, tetapi dari kemampuan menyelenggarakan manusia dan budaya. Di era globalisasi yang dinamis, pendekatan ini menjadi referensi bagi perusahaan lain untuk mencapai keberlanjutan melalui penguatan nilai internal.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan