Forum Paparan OPD dan SAPMA PP di Kota Tasikmalaya Berubah dari Demo ke Forum, Rakyat Memerlukan Solusi Bukan Presentasi Slide

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hujan yang menyusuri Bale Kota Tasikmalaya pada Senin (9/2/2026) tidak hanya meneteskan jas hujan bagi peserta SAPMA PP, tapi juga mengubah demonstrasi menjadi ruang diskusi dengan pejabat. Kehadiran hampir seluruh pimpinan dari berbagai organisme daerah menjadi cerminan pada peresahan kapasitas yang disampaikan. Program unggulan dan rencana tahunan disajikan secara berurutan, hanya dengan audiens berupa mahasiswa dan aktivis.

Ketua SAPMA PP, Muamar Khadapi, mengungkapkan bahwa pemerintah lebih fokus pada formulir administrasi daripada solusi kebijakan yang nyata. “Kota ini bergerak seperti tanpa arah, meskipun terasa penuh penuh acara formal,” kata ia. Isu seperti sampah berair, banjir berulang, dan infrastruktur teruk tetap menjadi tantangan yang mengganggu kualitas hidup warga.

Sektor pelayanan publik dan ekonomi juga diciritsik. Digitalisasi, meskipun sering disebutkan, belum memberikan layanan yang cepat dan transparan. Tekanan ekonomi warga semakin berat tanpa kebijakan yang mendukung.

Pemuda dan aktivis terang bahwa tidak ada perbaikan nyata hanya dengan rapatan dan ceremoni. Kebutuhan sebenarnya seperti jalan yang aman, drainase yang efektif, dan layanan publik yang responsif masih terpinggirkan.

Dengan puitisan ini, SAPMA PP meminta pemerintah fokus pada tindakan konkret. Keberhasilan pemerintahan tidak diukur hanya dengan presensi di rantai resmi, tapi dari solusi yang langsung melancarkan kehidupan rakyat.

Semua persoalan kota harus bermula dari realitas yang dihadapi warga harian. Jika kebijakan hanya menempatkan liputan, masyarakat akan tetap terjerat. Solusi sebenarnya harus menjadi prioritas, bukan sekadar penuhnya acara formal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan