Walkot Teken Adendum: Padang Meraih Teka Garis Dunia sebagai Kota Gastronomi Natanya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Padang resmi memulai perencanaan untuk menjadi Kota Gastronomi dunia dengan fokus pada subsektor kuliner sebagai upaya utama. Langkah ini ditargetkan untuk memperkuat posisinya dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network dalam dua tahun ke depan. Adendum Penilaian Mandiri (PMK3I) yang ditandatangani Fadly Amran, Wali Kota Padang, bersama Fasilitasi Infrastruktur Kemenparekraf, merupakan awal ini.

Penyerapan kuliner sebagai lokomotif ekonomi kreatif Padang mengacu pada hasil kajian mendalam bersama stakeholder. Menyepuskan seni pertunjukan sebagai fokus utama, pendanaan ini berdampak pada potensi kuliner yang unik yang kini menjadi identitas kota ini. Fadly mengungkapkan proses ini memerlukan waktu minimal dua tahun, tapi prioritas utama adalah memastikan implementasi berjalan optimal.

Eksperta, seperti Yuliana Rini dari Tim KaTa Kreatif, menyertai pemarilah ini. Ia menilai penilaian baru benar-benar tepat karena Padang telah menunjukkan keunikan di bidang kuliner. Kota ini menjadi kedua kota setelah Yogyakarta yang beralih dari aplikasi dan gim menjadi seni rupa pada 2024. Perubahan ini mencerminkan tren global di pengembangan kota kreatif yang lebih berfokus pada budaya populer.

Penjelasan dari Yuliana juga menekankan, Padang memiliki keunggulan di kuliner yang belum sempat dioptimalkan. Dengan adendum ini, kota ini menargetkan pengakuan internasional. Hal ini tidak hanya menjadi pencapaian lokal, tetapi juga peluang bagi wisata kuliner dan pengembangan ekonomi berbasis kuliner tradisional.

Padang menegakkan langkah ini dengan konsensus dari seluruh pihak terkait. Fokus pada kuliner bukan hanya untuk keujakan, tapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Proses ini membutuhkan kerja sama intensif antara pemerintah, pendidik, dan wirausaha kuliner lokal.

Sukses memasuki jejaring UNESCO Creative Cities Network bukan hanya menjadi prestasi simbolis. Ini membuka pintu bagi Padang untuk menjadi destinasi kuliner global. Kota ini harus terus mengeksploitasi keunikan kuliner yang sudah menjadi ciri khas. Investasi dalam fasilitas, promosi, dan pendidikan gastronomi menjadi kunci agar vision ini berkesan.

Padang punya potensi besar untuk menjadi kota gastronomi terkemuka. Lebih dari itu, ini adalah peluang untuk memperluas identitas budaya yang lebih luas. Dengan strategi yang tepat, kota ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam pengembangan ekonomi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan