Tiga Remaja Memburu Air Keras di Jakpus dengan Pilihan Korban Acak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Polisi menyatakan beberapa murid melakukan serangan dengan air keras terhadap tiga remaja lain di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Pelaku tidak memiliki hubungan pribadi dengan korban, dan penegakan hukum masih mengembangkan penelitiannya.

Roby Heri Saputra, AKBP Polres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan kejahatan ini terjadi tanpa kesadaran korban. “Penetapan korban dilakukan secara acak, tanpa sengaja mencari target tertentu,” kata Roby saat dimintai penjelasan. Kegiatan penyiraman terjadi saat pelaku melihat tiga remaja lain bergerak di arah berlawanan.

Menurut Roby, pelaku melukis tindakan tersebut karena takut diserang terlebih dahulu. Meskipun demikian, pihak keamanan tetap memantau penyalahgunaan yang mungkin terjadi. Korban yang mengalami cedera di mata sedang được pengobatan di rumah sakit, lalu pulang saat kondisinya stabil.

Aksi pelaku memicu viralitas di media sosial, terutama Thecuy.com, pada minggu sebelumnya. Tiga pelajar berseragam sekolah terlihat berhenti di pinggir jalan hingga melanjutkan perjalanan. Kejadian ini terjadi ketika mereka bergerak terbalik arah dan berseragam dengan tiga remaja lain.

Polisi menekankan bahwa kasus ini masih dalam proses pengelolaan. “Kami terus memahami motivasi pelaku dan memastikan tidak ada penyalahgunaan tambahan,” ujar Roby.

Data terbaru menunjukkan bahwa kasus serangan dengan cairan keras di sekolah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Studi dari departemen pendidikan menunjukkan bahwa 15% dari kecelakaan di sekolah berujung pada aksi agresif seperti ini.

Penegakan hukum terus memantau aktivitas pelaku. Sebagai saran, pihak keamanan meminta masyarakat belajar untuk membangun kebiasaan sopan dan memperhatikan lingkungan sekitar.

Kehadiran kasus seperti ini mengingatkan kita bahwa keamanan di lingkungan sekolah tidak boleh diabaikan. Semua pihak harus berkolaborasi untuk mencegah darah.

Pembaca, jangan sampai kehadiran kejahatan kecil seperti ini menjadi acuan untuk tindakan berbahaya lebih besar. Aksi cepat dan tanggung jawab bersama adalah kunci menjagakan kelestarian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan