TASIKMALAYA, Thecuy.com – Di aula Mapolres Tasikmalaya, hari Senin (9/2/2026) HPN dipameritakan melalui aktivitas silaturahmi, bukan dengan upacara bendera. Kapolres Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto memajukan pesan penting: polisi tidak bisa menjalankan tugasnya tanpa dukungan media.
Pengakuan ini bersifat jujur dan jarang muncul di forum resmi yang sering berisikan istilah “sinergitas” tanpa aplikasi konkret. Kapolres menjelaskan bahwa media menjadi teman sejalan dalam tugas perlindungan, pengawasan, serta penegakan hukum.
Bukan hanya alat untuk memperkuat suara, tetapi juga cermin yang mencerminkan keberadaan polisi di masyarakat—itu bisa menampilkan kekurangan atau kekuatan. Namun, kapolres juga menyertakan batas: media yang diakui harus terdaftar dan berizin sesuai regulasi pemerintah.
Metaphorinya seperti pagar bambu di sawah: tujuannya melindungi, tapi juga menentukan siapa yang dapat memasang padi informasi. Di era digital saat ini, di mana ponsel dan akun sosial media bisa jadi sumber berita, polisi menghadapi tantangan baru. Berita bisa lebih cepat dari laporan resmi, opini lebih intens dari fakta, dan viral lebih dominatif daripada klarifikasi.
Kapolres menekankan bahwa media sosial menjadi aliran besar yang memengaruhi pemberitaan. Kamera warga sekarang lebih cepat menyelami lokasikejahatan ketimbang mobil patrull. Dunia berubah: kejahatan mungkin tidak selesai, tapi lebih cepat terlihat.
Profesional pers diperiksa di titik ini. Bukan hanya cepat, tapi akurat. Bukan hanya populer, tapi berimbang. Dan bukan hanya melaporkan polisi, melainkan juga menyelidiki polisi.
Media sosial, menurut Kapolres, memengaruhi pemberitaan secara signifikan. Dunia digital membuat informasi terlihat sebelum polisi bisa merespon.
Hubungan pers dan kepolisian bukan hubungan yang ramai atau santai. Ini hubungan yang sehat jika ada kekhawatiran. Media tidak diciptakan untuk selalu memuji, polisi juga bukan untuk selalu nyaman.
HPN di Mapolres Tasikmalaya menjadi simbol kecil bahwa kekuasaan dan pengawasan berdiri di meja bersama. Bukan untuk memungkinkan konflik, melainkan untuk mengingatkan bahwa demokrasi hidup dari keberanian berbisik mendengar, bukan dari baliho.
Ketika Kapolres berkasih kata “kami butuh teman-teman semua di sini,” pesan besar tersembunyi: tanpa pers, hukum bisa kehilangan arah; tanpa polisi, berita bisa kehilangan keberagaman fakta.
Hubungan pers dan kepolisian membutuhkan kepercayaan. Media harus jujur, polisi harus terbuka. Dengan demikian, keduanya bisa berperan sebagai pengawas dan penegak hukum yang sehat. Demokrasi tidak hanya dari kekuatan, tapi juga dari kepekaan menghargai peran yang berbeda.
Pesan ini mengingatkan bahwa kolaborasi tidak selalu mudah. Namun, ketika keduanya berkomitmen, masyarakat bisa merasa aman dan informasi lebih akurat. Kapolres menegaskan bahwa media dan polisi bukan musuh, melainkan pelawan bersama dalam menjaga kestabilan sosial.
Pernahkah kita menghindari konflik dengan lebih cepat daripada memahami peran yang keduanya bawakan? Kapolres mengajak kita tidak hanya melihat kelemahannya, melainkan juga potensinya untuk mendukung demokrasi.
Setiap hari HPN adalah pengingat bahwa kekuasaan dan pengawasan bukan untuk menghambat, melainkan untuk mendukung kebebasan berdialog. Tanpa pers, korupsi bisa tak terdeteksi; tanpa polisi, kebencian masyarakat bisa berdarah.
Kita harus sadar bahwa media dan polisi adalah bagian dari sistem yang sama. Keduanya harus bekerja sama untuk menjaga keadilan. Kapolres memberikan jendela untuk dialog, bukan untuk menghakimi.
Peran pers sebagai penegak kebenaran dan kapolres sebagai penegak hukum harus saling mendukung. Tanpa pers, polisi bisa menjadi sunyi; tanpa polisi, berita bisa kehilangan deskripsi.
HPN di Tasikmalaya menjadi metafora bahwa demokrasi membutuhkan kerja sama. Kapolres tidak hanya mengingatkan peran polisi, melainkan juga peran media dalam menginformasikan masyarakat.
Pernahkah kita memahami bahwa pers dan polisi adalah dua mata yang melengkapi satu vision? Kapolres menegaskan bahwa keduanya harus berkomitmen untuk menjaga keadilan.
Media harus mencerminkan realita, polisi harus melindungi hak. Keduanya harus bersatu untuk menjamin kestabilan demokrasi.
Pesan Kapolres tentang kolaborasi bukan sekadar teori, melainkan praktik. Media harus menjadi teman sejahtera, polisi harus terbuka terhadap kritik. Tanpa itu, hubungan bisa menjadi sumber konflik.
Demokrasi hidup dari keseimbangan. Kapolres mengajak kita tidak selalu melihat pers atau polisi sebagai musuh, melainkan sebagai pelawan dalam membangun masyarakat yang adil.
Pernahkah kita berani mengakui bahwa tanpa kerja sama, keduanya bisa kehilangan tujuan? Kapolres memberikan kesempatan untuk membangun relasi yang sehat.
Media dan polisi harus saling menghargai peran. Tanpa pers, polisi bisa tersembunyi; tanpa polisi, berita bisa kehilangan tujuan.
HPN di Tasikmalaya menjadi simbol bahwa kekuasaan dan pengawasan bukan untuk mengontrol, melainkan untuk melindungi. Kapolres memberikan pemberitaan yang lebih mendalam: keduanya harus bekerja sama untuk menjaga keadilan.
Pernahkah kita memahami bahwa pers dan polisi adalah dua permukaan yang saling mendukung? Kapolres memberikan jendela untuk dialog, bukan menghakimi.
Kita harus sadar bahwa-media dan polisi adalah bagian dari sistem yang sama. Keduanya harus bekerja sama untuk menjaga keadilan.
Media harus menjadi cermin realita, polisi harus melindungi masyarakat. Keduanya harus saling mendukung untuk menjamin kestabilan demokrasi.
Pesan Kapolres tentang kolaborasi bukan sekadar kata-kata, melainkan ajakan. Media harus jujur, polisi harus terbuka. Tanpa itu, hubungan bisa menjadi sumber konflik.
Demokrasi membutuhkan kerja sama. Kapolres mengajak kita tidak hanya melihat kekuatan keduanya, melainkan juga potensinya untuk mendukung kebebasan berdialog.
Media dan polisi harus saling mendukung. Tanpa pers, korupsi bisa tak terdeteksi; tanpa polisi, kebencian masyarakat bisa berdarah.
HPN di Tasikmalaya menjadi metafora bahwa demokrasi membutuhkan kerja sama. Kapolres tidak hanya mengingatkan peran polisi, melainkan juga peran media dalam menginformasikan masyarakat.
Pernahkah kita bangga bahwa tanpa kerja sama, keduanya bisa kehilangan tujuan? Kapolres memberikan kesempatan untuk membangun relasi yang sehat.
Media harus menjadi teman sejahtera, polisi harus terbuka terhadap kritik. Tanpa itu, hubungan bisa menjadi sumber konflik.
Demokrasi hidup dari keseimbangan. Kapolres mengajak kita tidak selalu melihat pers atau polisi sebagai musuh, melainkan sebagai pelawan dalam membangun masyarakat yang adil.
Pernahkah kita berani mengakui bahwa tanpa kerja sama, keduanya bisa kehilangan tujuan? Kapolres memberikan jendela untuk dialog, bukan menghakimi.
Media harus menjadi cermin realita, polisi harus melindungi hak. Keduanya harus bersatu untuk menjamin kestabilan demokrasi.
Pesan Kapolres tentang kolaborasi bukan sekadar teori, melainkan praktik. Media harus menjadi teman sejahtera, polisi harus terbuka terhadap kritik. Tanpa itu, hubungan bisa menjadi sumber konflik.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.