Mengenal Stimulasi Otak dalam Penanganan Parkinson
Parkinson adalah penyakit otak yang bertindak bertahap dan membongkar sel otak yang bertanggung jawab untuk gerakan tubuh. Seiring penyakit berkembang, serangan seperti gemetar, keterangan tubuh, dan gerakan yang lambat semakin memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang.
Ketika obatan biasa tidak mampu mengatasi gejala secara maksimal, stimulasi otak dalam otak (DBS) menjadi alternatif untuk mengontrol masalah motorik. Proses ini tidak menyembuhkan Parkinson, tetapi membantu mengurangi gangguan fisik dan menurunkan keandalan pada obat.
Apa Itu DBS?
DBS adalah operasi di mana saluran saraf dipasang elektroda tipis. Elektroda ini dikaitkan dengan perangkat kecil seperti pacemaker jantung yang diletakkan di bawah kulit. perangkat ini terus mengirim segel listrik untuk mengatur sinyal otak yang ganggu.
Mechanisme Kerja DBS
Gangguan motorik muncul karena kelihatan sel otak di substantia nigra yang mengurangi produksi dopamin. DBS bekerja oleh membatasi aktivitas listrik tidak normal, sehingga gejala seperti gemetar dan kekakuan berkurang.
Keuntungan DBS
Untuk pasien yang memenuhi syarat, DBS memberikan:
- Pengendalian gejala yang stabil dalam jangka panjang.
- Fleksibilitas pengaturan stimulasi sesuai kebutuhan.
- Penurunan kebutuhan obat dan efek sampingnya.
- Kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup yang lebih baik.
- Baterai perangkat bertahan 5-15 tahun.
Siapa yang Bisa Dapatkan DBS?
DBS disarankan untuk pasien dengan Parkinson yang masih responsif terhadap obat, umur di bawah 75 tahun, dan kondisi fisik sehat. Menginggalnya adalah pasien dengan demensia berat, depresi parah, atau yang tidak lagi merespons obat.
Langkah Operasi DBS
Proses memiliki dua fase:
- Fase Awal: Elektroda dipasang dengan anesias local. Dokter menguji lokasi yang tepat melalui simulasi, pasien memberikan feedback.
- Fase Akhir: Perangkat permanen dimasang di bawah kulit, dikaitkan dengan elektroda. Pasien dimantau selama beberapa minggu hingga pengaturan optimal.
Pentingnya Penilaian Kedua
DBS kompleks, sehingga mengetahui pendapat dokter lain sangat membantu. Second opinion memastikan diagnosis, risiko, dan siapakah pasien fisik dan psikologis siap. Di Siloam Hospitals, layanan ini disediakan dengan dokter berpengalaman dan teknologi terbaru.
Penutup
Memutuskan untuk DBS memerlukan evaluasi matang. Dengan pengetahuan baru tentang teknologi DBS, pasien dapat merasa lebih percaya jika kesulitan motorik mereka mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsultasi dengan spesialis otak bisa menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.