Microsleep: Pembunuh Sunyi di Balik Kemudi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Microsleep: Ancaman Nyawa yang Sering Dibersingkan

Jakarta – Peristiwa kecelakaan yang dialami Diva Mara Hefri Siregar di Km 24 Tol Jagorawi pada Sabtu (7/2) sekitar 17.00 WIB menjadi peringatan bagi pengemudi. Mobil Honda City Diva otong dan terbalik ke belakang setelah pengemudinya mengalami microsleep. Polisi menilai hal ini disebabkan oleh kondisi tertidur sebentar yang terjadi tanpa sadar seseorang.

Ketika mobilnya otong, mobil boks dari arah belakang juga menabraknya. Diva dan penumpang, Muhammad Reza, diperawatkan ke RS Annisa Cibinong karena luka-luka. Ini adalah contoh nyata bagaimana microsleep bisa menyakiti hidup tanpa kesadaran.

Apa Itu Microsleep?
Microsleep adalah kondisi ketiduran cepat yang bisa trus dalam detik. Meski mata tetap terbuka dan tubuh aktif, otak sebenarnya sedang “tidur sejenak”. Hal ini sangat berbahaya karena pengemudi merasa sadar meski kendali kendaraan sudah hilang. Di kecepatan 80 km/jam, 3 detik ketiduran bisa membuat kendaraan melaju hingga 70 meter tanpa pengendalian.

Tanda-tanda microsleep sering diabaikan. Pengemudi mungkin tidak merespons panggilan, tatapan kosong, kepala menunduk, atau tubuh tersentak. Beberapa peringatan sebelum tertidur adalah sulit menjaga mata, menguap berlebihan, atau kekacauan dalam fokus. Beberapa pengemudi mengabaikan gejala ini dan terus memaksakan diri.

Apa yang Memicu Microsleep?
Kurang tidur atau tidur berkualitas rendah adalah penyebab utama. Namun, kondisi medis seperti napas bersing atau narkolepsi juga meningkatkan risiko. Studi tahun 2011 menemukan fenomena “local sleep” di tikus, di mana sebagian otak tertidur sementara meski tubuh tetap terjaga. Hal ini dianggap mekanisme microsleep dalam manusia.

Microsleep bisa terjadi padahal seseorang tidak merasa mengantuk. Itu berkat gejala awal yang kecil dan sering diabaikan.

Cara Mencegah Microsleep
Pencegahan harus ditingkatkan sebelum kecelakaan terjadi. Rekomendasi meliputi:

  • Tidur minimal 7 jam sebelum perjalanan jauh
  • Istirahat setiap 2 jam untuk tidur rapat 15-20 menit
  • Hindari mengemudi di jam biologis rawan (siang dan malam)
  • Jika muncul gejala awal, berhenti dan tidur sebentar

Microsleep bukan sekadar mengantuk biasa. Ia adalah ancaman nyawa yang bisa menghancurkan dalam hitungan detik.

Pengetahuan Baru: Risiko Semakin Tinggi
Penelitian mendesak menunjukkan bahwa microlapse semakin umum di era modern. Faktor stres, gaya hidup pasif, dan kebutuhan kerja berjam-jam meningkatkan risiko ketiduran tiba-tiba. Studi 2023 menunjukkan lebih dari 30% pengemudi di kota besar mengalami gejala microsleep minimal sekali dalam seminggu.

Pergerakan Langsung
Jangan berharap kopi atau jendela mobil untuk “menggulir” microsleep. Penyelesaiannya terletak pada kebiasaan hidup sehat. Prioritaskan tidur berkualitas dan waspada terhadap gejala awal. Jika merasa mengantuk, berhenti dan istirahat. Nyawa bisa diselamatkan dengan kesadaran hari ini.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan