Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Melaksanakan Edukasi Privasi untuk Mencegah Penipuan Seksual pada Anak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Saat ini, kasus child grooming terus-menerus menjadi topik yang banyak dibahas masyarakat, termasuk di Tasikmalaya. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, mahasiswa KKN dari Universitas Islam KH Ruhiyat (UNIK) Cipasung ini melakukan penindahan kesadaran privasi kepada anak-anak.

Aktivitas ini dilakukan di Kober Ta’limul Aulad Kampung Sukamulya, Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong, Kamis (5/2/2026). Di sana, para mahasiswa KKN memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang cara menjaga area privasi masing-masing.

Yan Yan Nurmayanti, seorang mahasiswi KKN yang menjadi penyelidik, menjelaskan bahwa edukasi ini didasari kekhawatiran terhadap kasus pelecehan anak, termasuk child grooming. Terutama, kasus seperti ini semakin umum di Tasikmalaya, terutama di wilayah kota. “Edukasi ini bertujuan membantu anak memahami batas tubuhnya, termasuk bagian-bagian yang perlu dijaga,” katanya.

Edukasi tersebut mencakup pengenalan bagian tubuh yang menjadi privasi, serta cara membatasi kontak fisik. Para peserta didik disyarankan untuk tidak menentang contact fisik dari sesama anak atau dewasa. “Membantu anak memahami batas tubuhnya, seperti mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh, merupakan langkah penting,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan dampak negatif jika area privasi tidak dijaga. Penjelasan ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. “Apa yang bisa terjadi jika tidak bijak menjaga privasi? Bagaimana konsekuensinya?” tanya Yan Yan.

Para mahasiswa juga mengingatkan anak untuk berani bicara kepada orang tua atau orang terpercaya saat ada yang menyentuh privasi mereka. Hal ini berguna agar orang tua bisa mencari tahu hal-hal yang terjadi pada anak. “Jangan ragu untuk berbicara dengan orang tua kalian jika menemukan atau mengalami sesuatu yang tidak biasa,” tegasnya.

Yan Yan menjelaskan bahwa pengenalan privasi adalah bagian dari pendidikan seksualitas untuk usia dini. Dengan方式 sistematik, diharapkan dapat mengempati anak untuk melindungi diri. “Ini tidak sebagai ancaman, melainkan upaya melindungi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Adri Muhammad, ketua Kelompok KKN Sukasukur, berharap kegiatan ini bisa mencegah dan mengurangi risiko kasus child grooming. “Anak-anak harus lebih cerdas untuk menolak ajakan atau konten yang mencemaskan, sehingga kasus ini bisa dihindari,” ujarnya.

Pelan Indonesia membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk melindungi anak-anak. Pendidikan privasi bukan cuma soal pengetahuan, tapi juga tentang membangun kesadaran. Setiap orang, terutama orang tua, memiliki peran penting dalam melindungi anak dari ancaman.

Dengan semakin banyak program seperti ini, masyarakat bisa memahami bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Semakin cepat kita memperkuat kesadaran, semakin sedikit risiko terjadinya kasus那样. Setiap aksi kecil bisa menjadi langkah besar untuk menjaga keamanan generasi muda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan