KSO Sawit Kembali Picu Bentrok di Rohul, 1 Orang Tewas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Rokan Hulu, bentoakan yang diindukkan oleh konflik pengelolaan lahan sawit melalui kerjasama operasional (KSO) kembali bermula. Kali ini, peristiwa ini terjadi di lahan ex-PT BS, Dusun IV Rintis, Desa Bontang, Kecamatan Bonai Darussalam. Konflik ini mengakibatkan kematian satu individu.

Pengaduan Kasi Humas Polres Rohul AKP Yohanes mengungkap bentoakan antarkelompok pengamanan swakarsa terjadi pada Sabtu (7/2). Sebelumnya, kedua pihak telah berjanji menyetujui kesepakatan untuk menahan diri. Polsek Bonai Darussalam juga telah melakukan disosiasi, tetapi proses mediasi yang disiapkan pada Selasa (10/2) tidak berhasil.

Pengadilan lokal mencoba memadukan partai di Kantor Camat Bonai, tetapi puluhan orang dengan senjata tajam dan senapan mengganggu. Mereka memaksakan pengamanan KUD dan pekerja PT BS untuk mengosongkan barak. Yohanes menjelaskan situasi menjadi sangat panas saat usaha menenangkan tidak berhasil.

Kesimpulan krisis: Kelompok pengamanan swakarsa KUD melakukan serangan yang memicu perusakan dan melepaskan tembakan. Akibatnya, Bernadus Betu alias Jon, anggota KUD, tewas. Dua orang lainnya mengalami luka parah, sementara tiga korban luka ringan. Polres langsung melakukan operasi pengawasan, mengamankan kelompok terlibat, serta mengampu korban ke rumah sakit.

Data riset terbaru menunjukkan peningkatan konflik budaya dan kekeluargaan di lapangan pertanian Indonesia, terutama di daerah dengan sumber daya alam yang terbatas. Analisis menunjukkan kekurangan mekanisme pemecahan konflik yang efektif di tingkat desa atau desa adat.

Infografis terkait menunjukkan 60% konflik pertanian di Indonesia terkait pertentuan tanah atau sumber daya alam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa konflik harus diatasi melalui dialog, bukan kekerasan. Semua pihak, termasuk perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, perlu berkolaborasi untuk menjaga ketertiban. Kokohnya, solusi yang berkelanjutan tidak bisa dikemas dengan bombai. Semua harus belajar dari krisis ini untuk menghindari tragedi selanjutnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan