Jakarta – Beberapa refineri minyak di India kini melanjutkan penyaluran pembelian minyak mentah Rusia untuk masa April 2026, dengan kemungkinan ini akan terjadwal lebih jauh lagi. Pergerakan ini dianggap bisa memperkuat kesepakatan perdagangan antara New Delhi dengan Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan laporan, AS dan India sedang mendekati kesepakatan perdagangan yang diharapkan diselesaikan pada Maret 2026. Kerangka kerja ini mengusung target menurunkan biaya impor serta memperluas kerja sama ekonomi.
Menurut sumber di sektor pengiriman, Reuters menyampaikan bahwa pada Senin (9/2/2026), perusahaan besar seperti Indian Oil, Bharat Petroleum, dan Reliance Industries menolak tawaran minyak Rusia untuk periode Maret-April 2026.
Meskipun demikian, sebagian besar permintaan minyak Rusia untuk Maret 2026 telah terterapkan sebelumnya. Banyak refineri lain juga melaporkan berhenti membeli minyak mentah dari negara tersebut.
Spokesperson Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa diversifikasi sumber energi merupakan strategi utama dalam menghadapi dinamika pasar global. “Diversifikasi energi sejalan dengan kondisi pasar objektif dan dinamika internasional yang berubah adalah inti dari strategi kita,” kata dia.
Pernyataan bersama AS-India tidak menyebutkan minyak Rusia secara eksplisit. Namun, Presiden AS Donald Trump sebaliknya membatalkan tarif 25% yang sebelumnya diimpon atas barang India, memedetkan penawaran minyak Rusia oleh New Delhi.
Pergerakan ini mencerminkan usaha India untuk mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan ekonominya dalam menciptakan kesejahteraan nasional yang lebih stabil.
Perubahan strategi ini tidak hanya berdampak pada pasar energi, tetapi juga menjadi contoh adaptasi di tengah dinamika geopolitik. Dengan fokus pada pengadaan minyak dari sumber alternatif, India dapat lebih menyesuaikan dengan kebutuhan pasar global yang terus berubah.
Sebagai satu dari banyak negara yang mengeksplorasi pendekatan ini, India menunjukkan bahwa kolaborasi ekonomi dapat menjadi jalan ke depan tanpa mengabaikan dampak lingkungan. Pergerakan kecil-kecilan ini可能会影响 global energy trade patterns in the long term.
Dari perspektif jangka panjang, diversifikasi sumber energi menjadi keharusan bagi negara-negara untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pengalaman India juga bisa menjadi referensi bagi negara lain yang menghadapi perubahan di pasar energi global.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.