MiHoYo, dikenal secara global sebagai HoYoverse, mengumumkan resmi bahwa empat mantan karyawan telah menerima hukuman penjara terkait kasus suap dan korupsi. Pelaporan ini diumumkan melalui pernyataan resmi perusahaan, sehingga memicu reaksi luas, terutama karena popularitas game Genshin Impact di pasar game internasional.
Dengan tiba di pasar pada 2020, Genshin Impact seolah menjadi salah satu game gacha terpopuler di dunia. Secara bersamaan dengan judul lain seperti Honkai: Star Rail dan Zenless Zone Zero, MiHoYo dikenal sebagai perusahaan yang sangat terdedah dalam melindungi IP dan aset bisnisnya. Meskipun pada awal 2025, perusahaan pernah menyatakan rencana mendukung Genshin Impact selama puluhan tahun, tetapi kasus ini menunjukkan bahwa tidak semua pihak di dalam organisasi berjalan sejalan dengan prinsip tersebut.
Menurut pernyataan resmi yang dikirim melalui WeChat pada 6 Februari, MiHoYo menjelaskan bahwa empat mantan karyawan tersebut terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan serta menerima suap dari mitra perusahaan. Setelah melalui proses hukum, mereka dinyatakan bersalah atas tuduhan menerima keuntungan ilegal. Hukuman yang diberikan bervariasi, mulai dari enam bulan hingga satu tahun empat bulan penjara.
Detail kasusnya cukup jelas. Salah satu mantan karyawan dari departemen suplai logistik bernama Kang dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan penjara. Dua mantan karyawan lain dengan nama Xu masing-masing mendapatkan sanksi satu tahun tiga bulan. Sedangkan Cao, mantan anggota tim operasional, dihukum enam bulan penjara karena terbukti mencari keuntungan ilegal dari beberapa pemasok.
Penjelasan lebih lanjut, MiHoYo juga mengungkapkan bahwa mantan karyawan tim marketing Genshin Impact bernama Zhang terlibat konflik kepentingan dengan mencoba menguntungkan usaha pribadi. Zhang langsung dibuang dari perusahaan, dimasukkan ke dalam daftar hitam industri, dan kasusnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut. MiHoYo (nama di China) menegaskan kebijakan nol toleransi terhadap suap dan penggelapan untuk menjaga lingkungan bisnis yang adil.
Sebagai dampak lanjutan, MiHoYo juga memutus kerja sama dengan 24 perusahaan pemasok yang terlibat dalam praktik ini. Semua vendor tersebut dilarang bekerja sama secara permanen dengan grup MiHoYo di masa depan. Nama-nama pelaku juga dimasukkan ke dalam jaringan anti-penipuan korporat agar tidak bisa kembali bekerja di bidang serupa.
Dampak kasus ini mencerminkan bahwa praktik korupsi bisa merugikan tidak hanya pada perusahaan, tetapi juga pada kepercayaan publik. Keputusan MiHoYo untuk mengambil langkah hukum menunjukkan ketegangan terhadap nilai integritas dalam industri game yang kompetitif.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebijakan nol toleransi terhadap penyebaran korupsi adalah keharusan untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Semua pihak, baik dalam perusahaan maupun masyarakat, wajib mempertahankan prinsip kejujuran untuk memastikan lingkungan industri yang lebih sehat.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru

Owner Thecuy.com