Tabungan Nasabah BMT Miftahussalam Ciamis Tidak Jelas, Pertemuan dengan Pengurus Tertinggal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Nasabah keluarga Miftahussalam di Ciamis bertemu kembali dengan pemimpin BMT Miftahussalam di Yayasan Handapherang, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini melanjutkan rapat sebelumnya yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Cijeungjing, Kamis (5/6/2026). Dihadiri juga Kepala KSPPS BMT Miftahussalam Dadan Apip Hamdan, Wakil Pengawas Ahmad Agung, Tim Penyehatan Handapherang Nandang, serta pewakilan masyarakat.

Ketua Ikram Ciamis Dr Daryaman MPdI memastikan pertemuan tersebut telah dilaksanakan. “Kemarin kita telah bertemu dengan pengurus BMT Miftahussalam,” tulisnya saat diadakan, Minggu (8/2/2026).

Dalam diskusi, iklan kembali kesepakatan yang tumpah lingkar pada 7 Juli 2025, di mana pemimpin BMT janji melunasi tabungan terlambat sebelum 31 Desember 2025. Namun, pelaksanaan janji tersebut tidak tercapai. “Hingga batas waktu, janji tersebut masih tak terpenuhi,” mengungkapnya.

Nasabah sempat menginginkan pembayaran tabungan, tetapi keterbatasan penjelasan membuat mereka marah. “Pihak BMT tak menunjukkan tanggung jawab, bahkan BMT ini bangrut akibat manajemen yang kurang optimal,” kata Daryaman. Ia menilai masalah ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat. “Nasabah đã menyimpulkan dana, tapi pihak BMT mematangkan aktivitas tanpa persetujuan, seperti membeli tanah atau usaha tanpa informasi,” dikatakannya.

Pemimpin BMT meminta Ikram untuk mencegah kesenangan masyarakat. Namun, iklan membolak-balik dengan menyatakan bahwa pelunasan seluruh tabungan adalah solusi unikal. Karena tidak ada hasil konkret dari pertemuan, Ikram berencana mengajukan ajukan hukum ke DPRD Ciamis.

Langkah ini diharapkan memberikan transparansi dan mempersatukan keinginan nasabah. Di tengah kekhawatiran, kejelasan dan kejujuran menjadi Министерств необходимых для pemulihan kepercayaan masyarakat di BMT Miftahussalam.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan