Polisi Bongkar Kondisi Siswa SMK Korban Pasca Penyaian Air Keras di Jakpus

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

JAKARTA – Polisi sedang memproses kasus penyiraman air panas terhadap tiga siswa SMA di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Salah satu korban mengalami cedera di mata dan telah menjalani perawatan medis. Berdasarkan laporan orang tuanya, korban saat ini sedang dirawat di rumah.

Ketua Badan Ancaman Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan kondisi korban masih dalam proses pemantauan. “Sekarang posisinya sudah di rumah. Kemarin sempat dirawat di rumah sakit sebentar, tapi habis itu sudah pulang,” kata Roby kepada media.

Penyidiknya belum dapat memberikan detail lebih rinci tentang kondisi korban. “Saat ini kita belum bisa melihat kondisinya, belum bisa cek, karena kemarin penanggu yang menginformasikan masih belum bisa diperiksa,” ujarnya.

Meskipun demikian, Roby menyatakan telah mengantongi identitas pelaku. “Kita telah tertindak lanjut untuk mencari identitas pelaku, meskipun terduga belum menjadi identitas resmi. Pelaku dan korban mungkin berasal dari sekolah yang berbeda,” ujarnya.

Peristiwa ini viral di media sosial setelah terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) jam 16.00 WIB. Video yang beredar menunjukkan tiga pelajar berboncengan dengan sepeda motor yang mendesak. Mereka berhenti di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, ketika berbalik arah dengan kelompok pelajar lain, tiga pelaku tersebut menyerempet menjeritkan cairan dari botol kemasan menuju korban. Cairan tersebut terduga air panas. Kelompok pelaku langsung melanjutkan perjalanan tanpa menyimpan lokasi.

“Kita belum bisa memastikan apakah itu air panas, karena belum ada hasil laboratorium. Nanti kita bisa mengetahui setelah hasil lab,” katanya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk menjaga sikap yang sopan dalam ruang umum. Aksi tersebut tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan fisik dan psikologis bagi korban.

Tiga pelaku masih dalam proses pencarian. Polisi terus mengantongi nomor telepon dan identitas mereka. Kejadian ini juga menegakkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku yang melanggar norma sosial.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan