Operasi Penyaluran Jantung Bocor: Jenis, Prosedur, dan Risiko

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Hidup sehari-hari yang cepat, stres yang tinggi, serta kurangnya kesadaran terhadap kesehatan jantung menjadi penyebab risiko penyakit jantung yang semakin kritis. Salah satunya adalah kondisi katup jantung bocor, yang sering tidak terdeteksi awal karena gejala muncul perlahan. Jika tidak diatasi, masalah ini bisa memaksa jantung bekerja lebih keras dan menimbulkan gejala parah seperti gagal jantung.

Penanganan umum yang disarankan oleh dokter adalah operasi katup jantung bocor. Tapi, seperti apa prosedurnya dan kapan perlu dilakukan?

Apa Itu Operasi Katup Jantung Bocor?

Tindakan ini bertujuan memperbaiki atau mengganti katup jantung yang rusak sehingga aliran darah kembali normal. Jantung memiliki empat katup (mitral, trikuspid, pulmonal, aorta) yang mengatur aliran darah. Jika salah satu katup tidak berfungsi, darah mungkin mengalir balik, membuat jantung bekerja lebih keras.

Jenis Operasi Katup Jantung Bocor

Operasi ini bisa di bagi menjadi dua kategori: perbaikan katup atau penggantian katup. Perbaikan biasanya bisa dilakukan jika struktur katup masih bisa diselamatkan, seperti pada kasus regurgitasi katup mitral. Tekniknya beragam, termasuk penggunaan cincin khusus, klip, penambalan, atau pembentukan ulang katup. Sedangkan penggantian katup diperlukan jika kerusakan terlalu berat. Metode seperti Ross Procedure (mengganti katup aorta dengan katup paru) atau TAVR (gantikan katup melalui kateter) bisa menjadi pilihan.

Katup pengganti terbagi menjadi biologis (tidak butuh obat jangka panjang) atau mekanis (butuh obat pengencer darah seumur hidup).

Kapan Operasi Diperlukan?

Tindakan ini dianjurkan ketika katup mengalami kebocoran atau stenosis (kaku). Penelitian 2020 di ESCHF menunjukkan pasien dengan regurgitasi katup mitral akibat masalah jantung lain mengalami risiko kematian lebih tinggi. Oleh karena itu, pengambilan keputusan lewat evaluasi medis yang matang sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Prosedur dimulai dengan persiapan seperti puasa, lalu anestesi umum. Operasi dilakukan sesuai kondisi pasien, dilanjutkan dengan rawatan di ICU. Pasien kemudian perlu rehabilitasi dan pelatihan pernapasan. Durasi rawatan inap tergantung jenis operasi dan kondisi pasien.

Meski umum aman, operasi ini memiliki risiko seperti infeksi, gangguan irama jantung, atau penggumpalan darah. Risiko kematian kecil tetapi terlalu berisiko untuk diabaikan. Evaluasi medis menyeluruh selalu dilakukan sebelum tindakan.

Meminta second opinion sebelum operasi jantung bisa memastikan rencana terapi yang paling tepat. Langkah ini tidak berarti meragukan dokter, melainkan untuk memastikan keputusan diramu dengan penuh informasi. Di Indonesia, banyak fasilitas medis dan dokter berpengalaman yang bisa memberikan pendapat tambahan tanpa ke luar negeri.

Siloam Medical Concierge menyediakan pendampingan second opinion yang terintegrasi. Kunjungi www.secondopinion.id untuk konsultasi yang lebih aman dan detail.

Kesadaran dini dan keputusan medis yang tepat bisa mengubah prognosis pasien. Jangan menunda jika mengalami gejala jantung aneh, konsultasi cepat bisa menyelamatkan hidup.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan