Obesitas Rentan di Perkotaan: Kemenkes RI Mengungkap Kebiasaan Pemicun yang Jadi Penyebab

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Badan Kesehatan RI melaporkan obesitas lebih sering muncul di kawasan kota. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, seperti perkembangan perkotaan, peningkatan ekonomi, hingga teknologi yang mengubah pola hidup masyarakat.

Penanggulangan penyakit tidak menular (PTM) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan faktor tersebut tidak hanya memicu penyakit fisik tapi juga memengaruhi kebiasaan makan masyarakat.

Peningkatan teknologi, terutama layanan pesan makanan, membuat aktivitas fisik lebih jarang. Masyarakat tak perlu lagi jalan-jalan untuk beli makanan, sehingga kontrol terhadap gula, garam, dan lemak menjadi sulit.

“Perkembangan kota besar menuntut obesitas karena urbanisasi, peningkatan ekonomi, dan perubahan teknologi,” kata dr Nadia dalam webinar Hari Gizi Nasional 2026 melalui YouTube.

Dia menjelaskan, dulu orang harus jalan jauh untuk mencari makanan, sekarang cukup duduk dan pesan. Makanan yang sampai ke tangan seringkali tidak sehat karena kandungan gula, garam, atau lemak tidak dikontrol.

Tubuh manusia bisa beradaptasi dengan rasa. Ketika sering makan asin atau manis, tubuh meminta lebih banyak, sehingga konsumsi berlebih terus berulang tanpa sadar.

Survei Kemenkes menunjukkan konsumsi gula, garam, dan lemak di kota jauh lebih tinggi dibanding pedesaan, hampir dua kali lipat. Sekitar 35% masyarakat perkotaan makan berlebih.

“Kota memang lebih konsumtif, terutama gula dan garam, yang bisa mencapai dua kali lipat dari daerah pedesaan,” tambah dr Nadia.

Peningkatan teknologi dan pola makan modern memicu obesitas. Solusi perlu menjadi lebih canggih, seperti promosi pola hidup sehat di kota.

Pernahkah kamu sadar bagaimana teknologi memengaruhi kebiasaan makan? Ada cara lain untuk menikmati makanan tanpa kehilangan kesehatan?

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan