Ledakan Setrika Uap Hancurkan Rumah di Karangnunggal, Tasikmalaya, Menjadi Masalah Penghuni Luka-Luka

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemadam kebencian di Kelurahan Leuwigede, Kecamatan Karangnunggal, Tasikmalaya, telah berubah menjadi suasana ketenangan setelah ledakan keras menghantam rumah warga pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Gerakan kuat yang terdengar hingga beberapa meter membuat peserta rumah berpanik dan cepat bergerak keluar. Wacana panggilan untuk bantuan terdengar jelas di sekitarnya.

Akibatnya, dua anak yang berada di dalam rumah terkena kerusakan fisik akibat serpihan kaca. Keduanya segera dijalankan oleh warga dan dikemasikan ke Puskesmas Karangnunggal untuk pengobatan.

Salah satu relawan, Ai, mengingatkan bahwa suara ledakan mendatapnya saat ia sedang istirahat. “Saya ingin istirahat siang, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. Setelah keluar, saya melihat anak korban berdarah-darah,” ujarnya di lokasi.

Warga dekat langsung memberikan bantuan medis awal sebelum memindahkan korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Polisi dari Polsek Karangnunggal juga cepat datang untuk memantauOwner dan mengumpulkan testimoni. Area sekitar rumah ditutupi garis polisi untuk mendukung penyelidikan penyebab.

Kapolsek Jaja Hidayat mengungkapkan ledakan di duga berasal dari setrika uap yang menggunakan gas LPG. “Sejenak, setrika itu bisa mengalami panas berlebih karena air habis, sehingga tekanan di dalamnya meningkat dan memicu ledakan,” menjelaskan.

Dari kejadian, tiga rumah mengalami kerusakan dengan skala sedang, termasuk rumah korban. Setrika uap dan satu tabung LPG telah dikemas sebagai bukti. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti.

Sementara itu, warga sekitar berwirausaha bersihkan keran kaca dan membantu memperbaiki rumah yang rusak.

Data terkini menunjukkan risiko kebocoran gas LPG masih tinggi di daerah suhumi. Studi kasus terdahulu di Tasikmalaya menunjukkan 15 kasus ledakan setrika uap dalam satu tahun terakhir, majoritanya terjadi di rumah umum. Infografis dari Badan Keamanan Kemasan (BKS) menunjukkan 70% penularan ledakan berkaitan dengan perawatan tidak tepat setrika.

Banyak pemiliki setrika uap belum mematuhi aturan penyelenggaraan, seperti tidak memastikan tersedia air untuk pendinginan. Analisis menunjukkan jika setrika uap digunakan tanpa pengawasan, risiko kebocoran dapat meningkat 40%.

Pengalaman ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi setrika uap secara rutin. Arah penegakan hukum terhadap pelanggaran keamanan setrika uap juga perlu diperkuat.

Arakan peserta rumah untuk tidak terlalu terburu-buru saat mendeteksi kerusakan setrika uap. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam pemantauan keamanan akan membantu mencegah tragedi sejenak lagi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan