Kolesterol dan Gula Berlebih Menewaskan Sumbatan Pembuluh Darah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pembuluh darah yang mengalami keringan sering dikaitkan dengan kolesterol. Namun, kondisi ini jarang terjadi tiba-tiba. Sebelum pencampunan sempit terjadi, ada fase awal yang sering diabaikan: peradangan kronis dari kadar gula darah yang tinggi. Fase ini mengakui kerusakan awal, jauh sebelum kolesterol terlibat.

Kolesterol bukanlah zat berbahaya tanpa manfaat. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk produksi hormon penting, seperti hormon stres dan reproduksi, serta menjaga struktur sel. Tubuh bahkan menghasilkan kolesterol sendiri karena peran vitalnya. Isu muncul ketika keseimbangan metabolik terganggu, bukan karena kolesterol sendiri.

LDL dan HDL berperan saling melengkapi dalam mengalirkan kolesterol. LDL antar kolesterol dari hati ke jaringan tubuh, sementara HDL mengembalikan kelebihan kembali ke hati. Masalah muncul ketika iritasi pembuluh darah mengganggu proses ini. Kolesterol yang teroksidasi karena gula tinggi lebih rentan menempel, menciptakan pembuluh yang sempit.

Gula darah yang terus naik turun menjadi penindah utama kerusakan awal. Setiap lonjakan glukosa memicu tekanan pada lapisan endotel, lapisan dinding pembuluh darah. Penelitian 2023 di Acta Diabetologica menunjukkan korelasi antara gula darah kesenjangan dan kerusakan fungsi endotel, meskipun tanpa diagnosis diabetes. Pembuluh menjadi kaku dan radang secara kontinu, menciptakan luka mikro yang memperparah kondisi.

Kolesterol tidak berperan santai dalam kondisi ini. Ketika peradangan terus terjadi, LDL terus berdatangan dalam jumlah besar. Kolesterol yang dioksidasi oleh gula tinggi mencari tempat menempel, akhir akhirnya memicu pembuluh yang sempit. Pola makan tinggi gula dan carbohidrat olahan juga meningkatkan trigliserida, membuat darah lebih kental. Kombinasi ini menciptakan risiko tertinggi untuk pembuluh yang terpisah.

Kontrol kolesterol tetap penting, tetapi fokus hanya pada kolesterol bisa menjadi ketergantungan. Kesehatan pembuluh darah dideterminasi oleh keseimbangan metabolik keseluruhan. Gula darah yang stabil membantu meredakan peradangan, menjaga elastisitas pembuluh, dan mencegah kolesterol menjadi masalah.

Mengurangi gula tambahan, mengubah pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta tidur cukup adalah langkah kunci. Sebagai contoh, penelitian 2024 menunjukkan bahwa individu dengan pola makan seimbang mengalami penurunan 30% risiko kerusakan pembuluh darah. Kombinasi ini tidak hanya melindungi pembuluh, tetapi juga memungkinkan kolesterol berperan sebagai bagian dari mekanisme perbaikan tubuh.

Mengelola gula dan kolesterol secara seimbang adalah kunci untuk menjaga kesehatan pembuluh darah jangka panjang. Langkah kecil sehari-hari bisa menciptakan perubahan besar dalam masa depan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan