Kolesterol dan Gula Berlebih Banyak yang Memasuki Pembuluh Darah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seperti Kolesterol, Gula Berlebih Juga Penyebab Sumbatan Pembuluh Darah

Jakarta – Sumbatan pembuluh darah sering dikaitkan dengan kolesterol. Saat seseorang mengalami stroke, serangan jantung, atau gangguan pembuluh darah lain, kolesterol langsung menjadi target penyesuaian. Meski angka kolesterol normal di hasil uji kesehatan masih memicu kekhawatiran, penekanan pada makanan berlemak tinggi tetap merata. Makanan manis, minuman berbahan penguat rasa, dan karbohidrat olahan tetap dianggap halus dikonsumsi sehari-hari.

Namun, penyumbatan pembuluh darah bukanlah perkembangan tiba-tiba. Prosesnya berlangsung perlahan, dimulai dari fase awal yang sering diabaikan: peradangan kronis akibat gula darah tinggi. Pada fase ini, kerusakan awal mulai terbentuk jauh sebelum kolesterol terlibat.

Kolesterol Sering Dilanggar
Kolesterol memang dibutuhkan tubuh untuk produksi hormon penting, seperti hormon reproduksi dan stres, serta menjaga struktur sel. Meski sering dianggap berbahaya, tubuh sendiri juga menghasilkan kolesterol. Isu muncul ketika keseimbangan alirannya terganggu. Kolesterol diangkut oleh lipoprotein, terutama LDL dan HDL. LDL membawa kolesterol ke jaringan tubuh, sedangkan HDL mengembalikan ke hati. Keduanya berfungsi saling melengkapi.

Masalah muncul ketika peradangan pada dinding pembuluh darah memicu kolesterol menjadi ancaman. Kolesterol hanya menjalankan tugas biologisnya, tetapi iritasi dinding membuat tubuh merespons berlebihan.

Gula: Penyebab Awal Sumbatan Pembuluh Darah
Gula darah yang terus tinggi menjadi pemicu utama kerusakan awal. Setiap lonjakan glukosa meningkatkan tekanan pada lapisan endotel, yang bertanggung jawab menjaga aliran darah. Peninggaman glukosa kronis menyebabkan stres oksidatif pada sel endotel, mengurangi kemampuannya melindungi pembuluh darah.

Penelitian di Acta Diabetologica (2023) menunjukkan korelasi antara keterbukan gula dan peningkatan kekakuan pembuluh darah, bahkan pada orang tanpa diabetes. Penyakit ini berlangsung tak terasa, tetapi memperluas luka mikro di dinding pembuluh darah. Kolesterol, saat ini, tidak lagi hanya menjadi penanda, tetapi partisipan dalam proses penyumbatan.

LDL: Respon Tubuh untuk Perbaikan
Ketika peradangan terjadi, tubuh meminta kolesterol melalui LDL untuk memperbaiki dinding pembuluh darah. Kolesterol bekerja sebagai bahan tambahan untuk memperkuat area terluka. Namun, jika gula darah tetap stabil, proses ini terus berlangsung. Kolesterol yang teroksidasi dan glikasi menjadi lebih reaktif, menempel di dinding dan menciptakan plak.

Pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan meningkatkan trigliserida, membuat darah kental. Kombinasi peradangan, kolesterol berlebihan, dan darah yang tidak alir memfasilitasi pembentukan plak secara bertahap.

Kolesterol Bukan Akar Sekarang
Kesehatan pembuluh darah ditentukan oleh keseimbangan metabolik. Gula darah yang seimbang membantu mencegah peradangan, menjaga elastisitas pembuluh darah, dan mencegah kolesterol menjadi masalah. Langkah seperti mengurangi gula tambahan, memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta menjaga berat badan ideal menjadi kunci.

Langkah Praktis untuk Melindungi Pembuluh Darah
Konsumsikan makanan alami, hindari produk olahan, dan tambahkan aktivitas fisik sehari-hari. Tidur cukup juga membantu mengatur gula darah. Kolesterol tetap perlu dikontrol, tetapi fokus hanya pada kolesterol bisa menyesatkan. Penghapusan penyebab utamanya—gula tinggi—adalah langkah yang lebih efektif.


Studi Terbaru: Gula Darah dan Keterbukan Berdampak Keseimbangan Pembuluh Darah
Penelitian baru dari Journal of Cardiovascular Research (2024) menunjukkan bahwa keterbukan gula, meskipun tidak mengatasi diabetes, meningkatkan risiko kekakuan pembuluh darah hingga 40%. Hal ini mengindikasikan bahwa pozi gula darah harus tetap stabil, bahkan pada individu sehat.

Insight Mutakhir
Mengatur gula darah tidak hanya mencegah masalah pembuluh darah, tetapi juga mendukung keseimbangan metabolik secara keseluruhan. Fokus pada pola makan seimbang dan aktivitas fisik dapat memberikan hasil lebih optimal daripada hanya mengontrol kolesterol. Sebagai pengetahuan, tubuh kita lebih sensitif terhadap gula lebih daripada kolesterol dalam menciptakan risiko jangka panjang.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan