Banyak Warga Indonesia (+62) Terkena Kanker, Onkolog Mengungkap Pola Makan yang Jadi Pemicu

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menurut Prof Dr Aru, ketumbuhan kasus kanker di Indonesia terus meningkat seiring perubahan pola hidup. Ia mengungkapkan bahwa mayoritas pasien mendapati kondisi pada stadium lanjut, meski kanker yang terdeteksi dini lebih mudah diobati. BPJS Kesehatan mendukung pengobatan, tetapi obat-obatan tertentu tidak ditanggung di fase ini, sehingga kampanye edukasi menjadi solusi kritis.

Data menunjukkan hanya 10% kanker berakar dari faktor genetik, sementara 90% terkait gaya hidup tidak sehat. Salah satu penyebab utama adalah konsumsi makanan ultra processed food (UPF), seperti sosis atau daging olahan. Obat-obatan dalam UPF sering menggunakan zat seperti nitrat dan nitrit, yang terbukti berpotensi memicu kanker. Prof Aru mengkhawatirkan bahwa peningkatan UPF konsumsi, terutama di kalangan anak, bisa meningkatkan risiko kanker dalam dekade mendatang.

Proses pembentukan kanker memakan waktu lama, antara 5 hingga 20 tahun. Penyakit ini sering muncul tanpa tanda awal karena pengurasan sel yang beranormal sejak awal. Di negara Barat, kanker usus besar di umur di bawah 40 tahun hanya 10%, sedangkan di Indonesia mencapai 30%. Ini menegaskan dampak besar pola makan modern terhadap kesehatan.

Prof Aru meminta masyarakat beradaptasi dengan gaya hidup sehat. Mengurangi makanan berisiko dan meningkatkan kesadaran akan memanfaatkan masa depan. Keputusan yang dilakukan hari ini akan memengaruhi kemungkinan terkena kanker di masa mendatang. Pendekatan proaktif bukan hanya untuk individu, tetapi juga untuk masyarakat sebagai umur.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan