Produksi Tahu-Tempe Indonesia Berjalan Sambil Impor Kedelai 70%, Titiek Soeharto: Malu Kita

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Siti Hediati Hariyadi, ketua Komisi IV DPR RI, mengekspresikan ketidakpuasan Indonesia atas impor komoditas pangan, terutama kedelai. Ia menekankan bahwa lebih dari 70% kebutuhan kedelai dalam negeri masih dipenuhi melalui impor.

Meski kedelai menjadi bahan utama makanan seperti tahu dan tempe, kondisi impor yang berlebih membuat Indonesia merasa malu. Titiek mengajukan permintaan agar pemerintah mulai memanfaatkan sumber produksi lokal. “Kita ini pemakan tempe, tapi kedelainya impor lebih dari 70%. Ini malu kita. Kita harus mendorong TNI AD untuk memanfaatkan kedelai yang ada di sini,” kata ia saat Panen Fest 2026 di Jakarta.

Titiek berharap kedelai bisa mencapai ketidakpastian impor seperti beras dan jagung. Ia mengajukan solusi dengan memanfaatkan bibit kedelai dari dalam negeri. “Ukuran banyak akademisi yang bisa menemukan bibit kedelai lokal yang sesuai dengan iklim Indonesia. Tidak perlu impor lagi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan produktivitas, Titiek mengajukan kolaborasi dengan akademisi untuk membangun teknologi produksi kedelai. Dia berharap dengan upaya ini, kedelai bisa menjadi bahan pangan swasembada di tahun depan.

Dengan upaya kolektif akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Indonesia bisa mencapai ketidakpastian pangan, mulai dari kedelai. Ini membuka peluang untuk mendukung keagungan pangan lokal.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan