Wake Up Dead Man menjadi film ketiga dalam serangkaian Knives Out yang membahas intens. Pembahasannya menyibukkan dua pandangan: satu yang memutuskan ini sebagai pilihan terbaik, sedangkan yang lain memandang film ini terlalu jauh meninggalkan konsep klasik Knives Out. Ini bikin banyak pendapat pro dan kontra.
Film ini memiliki keunggulan dan kekurangan yang menarik perhatian. Meskipun ada dugaan, apakah film ini sebenarnya lebih baik atau tidak? Yuk, kita analisis beberapa poin pro dan kontra yang sering dibahas oleh penonton dan para penggemar Benoit Blanc.
Pro: Aspek yang Dikemas dalam Wake Up Dead Man
-
Ton cerita yang lebih intens dan dewasa
One of the unique aspects of Wake Up Dead Man is its darker and more mature tone. It doesn’t just rely on social satire but delves into deeper themes.- Rasalah belaka
- Trauma masa lalu
- Konsekuensi kesesatan
Pendekatan ini membuat film terasa lebih berdampak emosional, berbeda dari dua film sebelumnya.
-
Benoit Blanc yang lebih manusiawi
Para penggemar merasakan film ini berhasil menampilkan sisi Benoit Blanc yang lebih realistis. Dia tidak selalu keliatan percaya diri atau keren, tetapi terkadang muncul dengan sisi yang lebih rumit:- Lebih refleksif
- Lebih terang saat berdebat moral
Perkembangan ini bikin karakter terasa hidup dan tidak statis.
-
Misteri yang kompleks dan berlayer
Cerita ini membangun Misteri dengan langkah lemah, penuh detail kecil yang sulit ditebak. Pendekatan ini bikin banyak penonton merasa puas ketika semua bagian terhubung kembali. -
** keberanian berani keluar dari konsep lama**
Keputusan Rian Johnson untuk meninggalkan formula Glass Onion dianggap tepat. Film ini tidak terasa seperti ulangan dengan karakter baru, melainkan seperti eksperimen yang bikin Knives Out tetap segar.
Kontra: Kritik terhadap Wake Up Dead Man
-
Kurangnya humor khas Knives Out
Salah satu kritik adalah penurunan unsur humor. Penonton yang menyukai dialog lucu dan satirasi tajam merasa film terasa terlalu serius, dengan momen ringan yang jarang muncul. -
Tempo cerita terlalu lambat
Pendekatan slow burn tidak cocok untuk semua orang. Beberapa penonton merasa film terasa terlalu pelan di awal, memerlukan kesabaran lebih besar. -
Fokus pada psikologi lebih dari spektakel
Film ini lebih mengajak penonton untuk memikirkan konflik batin dan pesan moral, padahal penonton yang berharap kejutan besar atau momen ikonik mungkin merasa kurang memuaskan. -
Tidak cocok untuk penonton casual
Karena tema yang berat, film ini membutuhkan fokus penuh. Penonton yang cuma ingin hiburan ringan mungkin tidak bisa nikmatinya.
Kapan Wake Up Dead Man Cocok?
Film ini ideal untuk:
- Penggemar misteri yang lebih serius
- Orang yang suka analisis karakter
- Fans Benoit Blanc yang ingin melihat sisi baru
Mungkin tidak cocok untuk:
- Penonton yang ingin hiburan ringan
- Orang yang mengharapkan humor tajam seperti Glass Onion
- Para yang menginginkan twist cepat dan spektakuler
Kesimpulan: Film ini tidak untuk semua orang, tetapi menarik bagi yang suka kedalaman
Wake Up Dead Man menunjukkan keberanian dalam menyelidiki tema baru. Ceritanya lebih mendalam, karakter lebih realistis, dan misterinya dikemas dengan ritme yang lebih santai tapi penuh pemikiran. Meskipun tidak semua penonton akan menghargainya, film ini menunjukkan bahwa Knives Out masih mampu berani berubah. Untuk yang suka cerita yang membahas lebih dalam, ini bisa menjadi pilihan yang bikin ketagihan.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Penulis Berpengalaman 5 tahun.