Menperin Sebut: Industri Pengolahan RI Makin Kuat, Ini Buktinya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Industri pengolahan tetap menjadi pilar utama dalam penguatan ekonomi Indonesia sepanjang 2025. Berdasarkan statistik Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini mengejar kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, mencapai 19,07%.

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, menekankan bahwa pencapaian ini mengkristalkan kekuatan industri pengolahan dalam mendorong pertumbuhan nasional. “Sektor ini bukan hanya penyebut utama tapi juga pemberat ekonomis yang menegakkan keberlanjutan,” ujarnya, seperti dilaporkan pada Senin (7/2/2026).

Tren pertumbuhan Industri Pengolahan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan kestabilan positif. Data menunjukkan kenaikan dari 4,64% di 2023, turun ringan menjadi 4,43% di 2024, lalu melonjak menjadi 5,30% di 2025. Performa ekspor sektor ini juga tercatat sangat robust, dengan pertumbuhan 7,03% di tahun ini, setelah melonjak 6,85% di 2024 dan 1,73% di 2023.

Sementara impor barang dan jasa mengalami penurunan, angka negatif berkurang dari -1,24% di 2023, melalui 8,15% di 2024, hingga 4,77% di 2025. Kombinasi ekspor yang semakin kuat dan impor yang lebih terkendali mencerminkan peningkatan efisiensi industri pengolahan nasional.

Agus menjelaskan, peningkatan ini menjadi bukti bahwa Indonesia telah berhasil menegakkan struktur ekonomi yang lebih mandiri. “Kami fokus pada integrasi industri kecil ke rantai pasok besar untuk memperkuat kemandirian dan perekonomian nasional sesuai arahan Presiden Prabowo,” kata dia.

Sebagai alih-alih mengandalkan impor, pemerintah akan mendorong industri kecil untuk berkolaborasi dalam rantai produksi nasional. Inilah langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Sektor industri pengolahan terus menjadi motor transformasi ekonomi menuju sistem yang lebih produktif. Secara berturut-turut, ia memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah, stabilitas peradaban, dan kemerdekaan ekonomi.

Tingkatkan kemandirian industri kecil adalah kunci untuk memastikan Indonesia tetap kompeten di era globalisasi. Dengan pendukungan yang konsisten, sektor ini bisa menjadi peluncur peningkatan kualitas hidup masyarakat dan keyakinan bangsa.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan