Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memakiri Pembukaan Fatmawati Trophy 2026 sebagai tanda penghargaan 103 tahun lahir Fatmawati Soekarno. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan lomba ini merupakan konsep hasil diskusi dan ide dari Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo.
Fatmawati Trophy dihadiri di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, di mana Hasto menjelaskan simbol trofi ini mencerminkan kekuatan moral serta keteguhan perempuan Indonesia. Isinya juga menyoroti peran penting Fatmawati sebagai Ibu Bangsa yang melahirkan harapan melalui penggerakan simpel namun kuat.
Pemahat nasional Dolorosa Sinaga merancang desain trofi dalam bentuk figur perempuan berubah yang berdiri tegak. Desain ini bertujuan menggambarkan keteguhan, keheningan, serta kekuatan moral yang dimiliki Fatmawati. Penempatannya di area yang menampilkan mesin jahit Fatmawati bertujuan mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia juga didanai melalui peran pribadi yang sering terlewat di catatan sejarah.
Hasto menilai penting untuk mempertahankan nilai keteladanan Fatmawati sebagai simbol kedaulatan dan semangat bangsa. Ia menekankan bahwa bendera Merah Putih yang dijahit Fatmawati bukan sekadar simbol negara, melainkan pemandang harapan, keberanian, dan tekad bangsa yang bebas dari penjajahan.
Kata pengantar Megawati Soekarnoputri dalam buku biografi Ibu Fatmawati memuat deskripsi bahwa Fatmawati sering disebut sebagai ‘Ibu Peradaban’. Hasto mengomentari bahwa peran Fatmawati dalam memberikan legitimasi untuk perempuan bergerak di bidang politik sangat memengaruhi perkembangan kebijaksanaan perempuan di Indonesia.
Fatmawati juga didasarkan sebagai pemimpin yang mampu mengakui semangat revolusioner. Hasto menyempurnakan bahwa semangat ini harus menjadi cermin bagi rakyat Indonesia untuk melawan ketidakadilan, termasuk upaya pembungkaman suara atau pengingat kejiwaan.
Kader PDIP dihadiri untuk menjadi pelindung utama ‘Wong Cilik’ dan memandang keteladanan Fatmawati. Hasto meminta kader menjadi gerakan frontline yang terdedah dalam melindungi rakyat, sejenis Fatmawati yang selalu peduli pada umat kecil.
Ajangan ini juga diselenggarakan oleh I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai bagian dari gerakan kebudayaan yang menekankan perempuan sebagai subjek sejarah. Bintang menegaskan bahwa Fatmawati Trophy bukan sekadar acara penghargaan, melainkan upaya membangun kesadaran sejarah dan memperkuat fondasi ideologis partai.
Ajang ini menempatkan fesyen sebagai alat ideologis dan budaya untuk menjelaskan nilai-fatmawati, seperti kesederhanaan, keanggunan, dan keberanian. Bintang juga menilai Lomba ini sebagai bagian dari harapan untuk membangun monumen refleksi sejarah dan gerakan kebudayaan nasional yang menekankan peran perempuan.
Ajang ini memiliki empat kategori lomba serta piala bergilir yang dirancang oleh Prananda Prabowo. Dana Anugerah Raffliansyah, Sekretaris Panitia, berharap lomba ini menjadi kompetitif dan menggengsi di seluruh Indonesia.
Puti Guntur Soekarno menilai kebaya dan kain Fatmawati sebagai diplomasi budaya yang menunjukkan kekayaan dan karakter Indonesia. Ia juga menceritakan doa Fatmawati saat umrah, di mana doa ia untuk Indonesia yang merdeka.
Samuel Wattimena, pakar mode, menyatakan bahwa lomba ini tidak hanya mengikuti gaya masa lalu, melainkan mengambil semangat kemajuan Fatmawati. Fokusnya adalah pada ‘progres’ dalam penampilan Ibu Fatmawati sebagai pemimpin, bukan sebagai pengikut.
Fatmawati Trophy 2026 mengusung tema ‘Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno dalam Balutan Wastra Nusantara’. Kompetisi ini membuka ruang untuk desainer mengangkat wastra nusantara sebagai medium ideologis yang relevan dengan zaman sekarang.
Kriteria peserta mencakup dikemukakan oleh DPD PDI Perjuangan, usia minimal 18 tahun, portofolio desain fesyen, dan mengandung unsur kain tradisional. Peserta wajib hadir langsung pada Grand Final.
Jadwal lomba mulai dari pendaftaran online (1-31 Maret 2026) hingga Grand Final (28-29 Mei 2026).
Semangat keteladanan Ibu Fatmawati harus tetap hidup sebagai inspirasi bagi rakyat Indonesia. Harapan ini bisa menjadi pengingat bahwa perjuangan semangat dan kesederhanaan tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.