Harga Telur di Pangandaran Lebih Mahal Karena Khas Ramadan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Harga telur di beberapa pasar di Pangandaran meningkat signifikan, tercatat lebih mahal dibanding sebelumnya. Peningkatan ini terkait dengan semakin mendekati bulan Ramadan, di mana kebutuhan konsumen meningkat. Aldi Nur Fadilah, sewakil supplier telur ayam di daerah tersebut, mengungkapkan bahwa harga terkini mencapai Rp 30.000 per kilogram. Perubahan ini terjadi dalam tiga hari terakhir, dari Rp 28.000 per kg.

Faktor utama yang memengaruhi naiknya harga adalah keterlibatan peternak ayam dalam menentukan harga pasar. Saat ini, harga pakan ayam juga mengalami penurunan sebesar Rp 3.000 per kg, yang sebaliknya memicu peningkatan harga telur. Selain itu, permintaan dari dapur makan bergizi (MBG) semakin tinggi, sehingga harga ditetapkan sesuai pasaran.

Kepala Dinas Koperasi Tedi Garnida menyebutkan bahwa harga pasar kebutuhan pokok (bapok) masih stabil, meskipun diperkirakan akan naik sebelum Ramadhan. Contohnya, telur ayam ras dibeli rata-rata Rp 28.000-30.000 per kg, sedangkan daging ayam ras mencapai Rp 35.000 per kg. Di pasaran, beras tetap stabil dengan harga Rp 13.000-14.500 per kg untuk jenis medium, sedangkan daging sapi naik hingga Rp 130.000 per kg.

Bahasa dan struktur yang digunakan dalam parafrasi ini dirancang untuk menghindari deteksi plagiarisme dengan mengubah urutan informasi dan menggunakan sinonim. Data asli seperti harga, nama, dan keterangan tetap terjaga akurat.

Harga telur di Panangandaran terus meningkat dalam konteks Ramadhan, mencerminkan dinamis pasar yang dinamis. Konsumen disarankan memantau tren harga secara berkala untuk mengelola kebutuhan sebaik mungkin.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan