Gerindra Masih Kaji di Posisi Internal Terkait Batas Parlemen

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Gerindra sedang melakukan simulasi terkait batas persetujuan DPR, meski hasilnya belum akhir. Sufmi Dasco Ahmad, ketua Harian Gerindra, menjelaskan bahwa proses ini masih dalam tahap internal dan belum siap diumumkan secara public. “Simulasi ini baru dimulai, jadi kami belum bisa memberikan detail spesifik tentang proposal yang kami usulkan,” kata Dasco setelah acara HUT ke-18 di Kertanegara, Jakarta Selatan.

PAN juga mengajukan permintaan menghapus batas persetujuan yang hingga kini mengakibatkan jutaan pemilih tidak terwakili. Eddy Soeparno, waketum PAN, menekankan bahwa ketentuan ini mengabaikan aspirasi rakyat yang tidak dapat masuk DPR karena tidak memenuhi persentase lolos. “Jumlah pemilih yang terpinggirkan ini jauh mengurangi kerapatan partisipasi politik,” ujarnya di Senayan.

Proses parliamen mungkin memerlukan penyesuaian untuk lebih inklusif. Batas persetujuan DPR sebenarnya sebagai mekanisme untuk memastikan kesetaraan, tetapi dalam praktiknya sering menghalangi partai dan pemilih minoritas. Penghapusan batas ini bisa memberikan kesempatan bagi partai seperti PAN untuk mewakili masyarakat yang dulu tidak tercatat.

Pemikiran seperti ini mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya tentang proses, tetapi juga hasilnya. Jika ambang batas tetap, risiko kesenjangan politik akan semakin besar. Menthawanya kredibilitas valutan politik memerlukan inovasi yang benar-benar mencerminkan kebutuhan rakyat. Hari ini, pertanyaan utama adalah: Bagaimana cara membangun sistem yang lebih adil tanpa mengorbankan prinsip perserikatan?

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan