Ekshibisi Tarung Lagga Striking di Kota Tasikmalaya menjadi panggung atlet indoboxing menuju level nasional

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Akademi Indoboxing menyelenggarakan Ekshibisi Tarung Lagga Striking di Wisata Alam Ihsan Pataya, Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya. Acara ini bertujuan untuk menguji kemajuan atlet muda yang baru mulai pelatihan selama tiga hingga enam bulan. Mereka diarahkan ke ring untuk mengukur kemampuan mental dan teknik sebelum berpetak ke tingkat kompetisi lebih tinggi.

Diklaim oleh Kepala Umum Indoboxing Lagha Inau, H Rana Nuralamsyah, ekshibisi ini menjadi fase penting dalam pembinaan atlet. “Ini uji masa pelatihan anggota Indoboxing yang baru belajar. Di sini mereka ditarungkan agar bisa jadi atlet profesional di masa depan,” kata ia. Acara ini mengandung 32 partai dengan 64 atlet, termasuk petarung profesional dari Bandung Gelut 1 dan 3.

Rana menekankan Indoboxing tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga membangun karakter anak muda. “Dulu banyak remaja jalanan yang sering berkelahi. Sekarang mereka diarahkan ke Indoboxing. Di sini ada pembinaan olahraga serta keagamaan agar mereka tidak terpenggelaman di kriminalitas,” ujarnya.

Dengan hasil positif di Bandung Gelut sebelumnya, kontingen Indoboxing meraih 12 medali emas dan 2 perak dari 14 atlet yang berpartisipasi. Target ke depan adalah tingkat provinsi dan nasional. Rana harap atlet bisa terus berkembang dan menjadikan prestasi sebagai pembuka peluang pendidikan atau pekerjaan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menilai kegiatan seperti ini penting untuk mengurangi kejahatan remaja. “Anak muda punya adrenalin tinggi. Jika diberikan ruang kreatif, kemungkinan mereka lebih fokus pada olahraga daripada aktivitas negatif,” kata ia.

Ekshibisi ini menjadi peluang untuk anak muda mengembangkan potensi melalui olahraga. Prestasi tidak hanya menjadi pencapaian fisik, tetapi juga pembentukan nilai-nilai positif. Setiap atlet yang sukses bisa menjadi inspirasi untuk generasi berikutnya.

Prestasi Indoboxing di level regional menunjukkan potensi pembangunan olahraga di Tasikmalaya. Dengan pendekatan yang berfokus pada pembinaan, akan semakin banyak remaja yang terpindah dari aktivitas berbahaya ke jalan yang lebih bermakna. Ini bisa menjadi model untuk daerah lain yang ingin mengembangkan olahraga untuk masyarakat muda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan