Bos OpenAI Bocorkan Fitur Masa Depan ChatGPT

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Chat GPT-5 baru saja terbit, sedangkan pengembangan GPT-6 sedang berlangsung. Ini adalah informasi yang diberikan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, beberapa waktu lalu. Altman belum memberikan jadwal rilis resmi untuk AI berikutnya, tetapi menurutnya GPT-6 akan memiliki perbedaan signifikan dan mungkin bermuatan lebih cepat dibandingkan interval waktu antara GPT-4 dan GPT-5.

GPT-6 diharapkan bukan hanya menjawab permintaan pengguna, melainkan juga beradaptasi terhadap selera mereka. Sangat Altman menekankan bahwa memori menjadi elemen kunci untuk membuat ChatGPT lebih personal. AI ini perlu mengingat identitas pengguna, preferensi, kebiasaan, serta pola unggulan agar dapat berinteraksi dengan lebih relevan.

“Pemilihan orang adalah untuk memori,” kata Altman yang dipasang detikINET dari CNBC. Ia juga menyatakan bahwa fitur produk yang menarik harus mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan pengguna.

OpenAI bekerja sama dengan psikolog untuk memastikan GPT-6 bisa mengukur perasaan pengguna sambil membedakan kesejahteraan mental mereka. Versi masa depan ini juga diprediksi akan mematuhi perintah eksekutif baru dari pemerintahan Trump, yang memaksa sistem AI bersikap netral secara ideologi dan bisa dikustomisasi.

Sam Altman mengungkapkan bahwa OpenAI mengusung pendekatan moderat, tapi tetap bisa direndahkan ke arah yang lebih ekstrem sesuai permintaan pengguna. Misalnya, jika seseorang meminta AI menjadi sangat progresif, sistem harus mampu melaksanakannya. Sebaliknya, jika pengguna ingin AI menjadi konservatif, model tersebut juga harus bisa beradaptasi.

Penghasilan GPT-5 yang kurang memuaskan menjadi alasan utama untuk mengembangkan GPT-6. Pengguna mengkritik GPT-5 karena terasa kurang responsif, tidak terhubung, dan tidak membantu. Altman mengakui bahwa pembaruan ini “sejauh lebih hangat” dibanding versi sebelumnya.

Meski fokus pada memori menjadi fitur utama, ada kekhawatiran terkait privasi. Memori sementara yang tidak dienkripsi berisiko mengeluarkan informasi sensitif. Altman mengonfirmasi bahwa enkripsi yang lebih kuat mungkin ditambahkan nantinya, meski belum ada jadwal yakin. Data yang terkait hukum atau kesehatan harus diatur dengan perlindungan yang lebih ketat.

Altman juga menyoroti potensi AI untuk berinteraksi melalui antarmuka otak-komputer. Ia membayangkan sistem yang bisa langsung menjawab penalaran dalam pikiran manusia. “Ada beberapa bidang di sekitar AI yang kami rasa layak diproses,” ujarnya.

Saat ini, produk utama OpenAI tetap ChatGPT. Altman fokus membuat ChatGPT lebih fleksibel untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga peran yang melibatkan anak.

Pengembangan AI seperti GPT-6 membuka peluang baru untuk personalisasi, tapi juga menghadapi tantangan privasi. Seiring perkembangan teknologi, perhatian pada keseimbangan antara kemudahan pengguna dan keamanan data menjadi wajib.

Peluncuran GPT-6 mungkin menjadi pivot penting dalam sejarah AI. Meskipun fitur seperti memori dan adaptasi menjanjikan pengalaman lebih personal, tantangan utama adalah memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab. Pengguna dan pengembang perlu collaborasi untuk memastikan inovasi ini tidak mengakibatkan ketidakadilan atau risiko keamanan.

Perubahan dalam AI bukan hanya tentang kemampuan teknis, tapi juga tentang bagaimana kita mengolah dampaknya dalam kehidupan. Mampukah kita memanfaatkan kemampuan ini untuk meningkatkan kualitas hidup sambil menjaga keharmonisan etika? Itu adalah pertanyaan yang perlu dijawab seiring perkembangan teknologi ini.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan