Bocah di Sukabumi Tertekan Senapan Angin Ayah, Merasa Cedera

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Anak perempuan dengan inisial SH (6) di Kadudampit, Sukabumi, mengalami cedera berat setelah terdisparatkan senapan angin kalib 4,5 mm. Kejadian terjadi Jumat pukul 14.00 WIB saat ayah sedang bersihkan senapan tersebut. Tiba-tiba senapan meletus dan menyentuh kepala korban, menyebabkan kondisi kritis.

Kondisi korban masih dalam perawatan intensif di RS Betha Medika Cisaat. Kapolsek Kadudampit mengungkapkan korban tidak sadar diri saat ini. S yang menyelidiki korban mengungkap bahwa peluru masih tersebar di dalam laras senapan. Saat memisahkan bagian popor, senapan terlepas dan menyentuh bagian atas pelipis korban sebelum terlalu dalam kepala.

S langsung memanggil istri dan membawa korban ke puskesmas. Namun, karena cedera yang parah, anak dipindahkan ke rumah sakit spesialis. S kini diamankan.

Kebijakan penggunaan senapan angin di lingkungan keluarga perlu diperhatikan. Sebagai upaya penegakan, pihak polisi merencanakan investigasi lebih lanjut.

Terjadi perubahan regulasi kepercayaan penggunaan senapan angin di Indonesia? Atau apakah masyarakat masih kurang sadar risiko berbahaya ini?

Anak kecil menjadi korban kecelakaan serius melalui alat yang sering dianggap anodara. Kejadian ini menjadi pengingat bagi petugas dan orang tua.

Dihorst di RS Betha Medika Cisaat, tim medis berupaya menyelamatkan korban. Proses perawatan masih berlangsung kritis. S dipertahankan oleh polisi.

Bocah tertembak senapan angin di Sukabumi menjadi kasus yang mencerminkan ketidakpastian keamanan di rumah. Peluru kecil pun dapat menimbulkan cedera fatal.

Anak yang mengalami cedera berat membutuhkan dukungan segenap masyarakat. Perlakuan cepat dan kesadaran masyarakat terhadap merawat anakan adalah kunci.

Kesadaran masyarakat terhadap risiko senapan angin perlu diperkuat. Langkah-langkah lebih ketat dalam pengendalian penggunaannya diperlukan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan