Bandingkan Aligner dan Behel: Mana yang Lebih Cepat Menyematkan Gigi?

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Memiliki gigi yang rapi merupakan impian banyak orang untuk mendukung kesehatan dan kepercayaan diri. Namun, saat memilih metode perawatan ortodonti, calon pasien seringkali dihadapkan pada dua pilihan utama: kawat gigi konvensional atau aligner transparan seperti Invisalign. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Maka, mana yang lebih cepat atau efektif dalam memudahkan gigi bergerak?

Perbedaan utama terletak pada cara penggunaan. Behel adalah perangkat yang permanen, terdiri dari bracket dan kawat yang terikat pada gigi oleh dokter. Karena tidak bisa dibuang, behel bekerja terus-menerus selama 24 jam tanpa perlu dipasang kembali. Sementara itu, aligner seperti Invisalign bisa dilepas atau dipasang sesuai kebutuhan. “Invisible align artinya tidak terlihat. Dibandingkan kawat gigi biasa, aligner memang lebih estetis karena warnanya lht transparan,” ujar dokter gigi drg Jeddy.

Durasi perawatan tidak bisa dipastikan secara mutlak. Semua bergantung pada kompleksitas kondisi gigi masing-masing pasien. Behel konvensional sudah teruji selama puluhan tahun untuk menangani kasus berat. Namun, pasien perlu ke dokter gigi setiap bulan untuk penyesuaian kawat. Sementara aligner menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan, dokter dapat merancang pergerakan gigi secara presisi sejak awal. “Kita sudah bisa melihat hasil akhir sebelum dimulai. Hal ini menjadikan perawatan lebih terencana,” tambahkan drg Jeddy.

Perawatan behel memerlukan perhatian lebih besar. Pasien harus ekstra teliti saat menyikat gigi karena sisa makanan mudah tersangkut di sela kawat. Ada juga risiko bracket lepas jika makanan keras atau lengket. Sementara aligner memungkinkan pembersihan lebih mudah karena bisa dibuang saat makan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran pasien. Wajib digunakan selama 20 hingga 22 jam sehari. Jika sering lupa, durasi lewat bisa berkurang drastis. “Invisalign adalah perawatan lepas-pasang, sehingga compliance pasien sangat menentukan hasil akhir. Pasien tidak boleh malas menggunakan aligner agar hasilnya maksimal,” katanya.

Pemilihan antara keduanya harus dipertimbangkan berdasarkan gaya hidup dan ketekunan. Behel lebih cocok untuk kasus kompleks, sementara aligner lebih ramah untuk yang mampu menjaga keterregatan. Teknologi terkini seperti AI terus meningkatkan keakuratan aligner, tetapi kesadaran pasien tetap kunci. Dengan pendekatan yang tepat, gigi bisa diperbaiki secara efisien dan nyaman.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan