Anak Tengah Makan Masakan Pedas Keluarga di TKP, Meskipun Bikin Kesulitan untuk Polisi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tragedi Paruh Keluarga dalam Tanjung Priok
Jakarta Utara — Seorang pria berusia dua puluh dua tahun menewaskan tiga anggota keluarga dengan cara memasukan zat beracun ke dalam minuman. Polres Metro Jakarta Utara mengungkap, pelaku hanya berpura-pura lemas saat penyelidikan.

Ketika ditemukan di lokasi, corps korban dan pelaku tetap bersatu. Hasil pemeriksaan tubuh pelaku tidak menunjukkan tanda racun. “Pura-pura pelaku hanya sebagai alibi,” bersampaikan AS polres.

Tes psikiatri menunjukkan pelaku tidak memiliki gangguan jiwa berat, tetapi memiliki dorongan agresif dan tidak adaptif dalam menyelesaikan masalah. Pelaku menggunakan campuran zat dalam rebusan teh yang dimasukan ke panci korban. Zat tersebut membuat korban pingsan sebelum mereka meninggal.

Proses berlangsung dua kali: pertama, pelaku menyentuh racun ke panci rebusan air teh korban. Kedua, setelah korban tidak sadar, pelaku langsung menyendok racun ke mulut mereka.

Data Riang dan Analisis
Tidak ada kasus serupa yang mendanai penggunaan zat beracun via makanan dalam Jakarta selama dua tahun terakhir. Studi kasus ini mengkristalkan risiko kekerasan keluarga yang dipicu oleh dorongan psikologis.

Pemikiran Akhir
Tragedi seperti ini mengingatkan kita bahwa kekerasan bisa muncul dari hal yang sederhana. Kesadaran terhadap perilaku agresif dan dukungan psikologis untuk keluarga menjadi kunci memencegah tragedi. Jangan ragu untuk bersikap lebih baik pada orang terdekat—setiap keputusan kecil bisa mencegah kematian besar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan