Trump Mendesak Perjanjian Nuklir Eksklusif dengan Rusia, Yang Dini Dikenal Berisiko

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Donald Trump, Presiden AS, meminta penandatan perjanjian nuklir baru setelah ketentuan sebelumnya dengan Rusia habis masa berlakuknya. Pengakhiran kesepakatan nuklir ini telah menyebabkan kekhawatiran terkait potensi perang senjata di masa depan. Sebagai dilansir AFP pada Jumat (6/2/2026), pemerintah Trump telah menyalurkan permintaan perjanjian baru yang ingin memasuki China, meski Beijing tetap menolak tekanan tersebut. Trump juga mempertanyakan kualitas perjanjian New START yang sebelumnya ditandatangani Obama dan diperpanjang Biden, yang ia sebut “dinegosiasikan dengan buruk” dan “sedang dilanggar”.

Rusia menolak prosedur inspeksi dari New START karena ketimpangan hubungan dengan pemerintahan Biden. Pada Rabu (4/2), Moscow menyatakan tidak lagi terikat pada batas hulu ledak nuklir setelah kesepakatan berakhir. Trump dengan entusiast kembali mendesak dialog nuklir dengan Rusia, meski Washington dan Moskow belum sepakat untuk tetap mempertahankan ketentuan START sementara. AS mengumumkan melanjutkan percakapan militer dengan Rusia setelah diskusi tiga negara di Abu Dhabi tentang perang Ukraina.

Dengan semangat baru, Trump mengundang Presiden Putin ke Alaska pada Agustus mendatang. Ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat hubungan diplomasi meski situasi geopolitik penuh tantangan. Kementerian AS juga berharap ini bisa menjadi langkah untuk mengurangi ketegangan nuklir di dunia.

Perjuangan Trump untuk perjanjian baru mencerminkan ketekanan untuk mengelola risiko nuklir yang diperkirakan meningkat. Namun, realitas politik internasional masih kompleks. Pendapat ahli keamanan menyarankan bahwa ketidakpastian dalam kesepakatan nuklir bisa mempercepat penyebaran senjata nuklir di Asia.

Di tengah perubahan politik dan teknologi, kebutuhan untuk sebuah kerangka nuklir yang lebih modern dan transparan semakin vital. Meskipun ada tantangan, semangat untuk mendesak solusi yang lebih aman tetap relevan. Semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan dunia tetap aman dari ancaman nuklir.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan