Tragedi Akidens di Tambang Batu Bara Ilegal di India, 18 Orang Tewas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Setidaknya 18 korban tragis hilang setelah kecacahan terjadi di tambang batu bara ilegal di daerah Meghalaya, India timur laut. Selain itu, beberapa individu lainnya mengalami cedera akibat cedera tersebut.

Polisi setempat mengungkapkan bahwa selama operasi penyelamatan, jumlah jenazah yang ditemukan sampai saat ini adalah 18 orang. Seorang pejabat tinggi di distrik East Jaintia Hills, Manish Kumar, menyampaikan bahwa tim penyelamat berusaha mencari tanda atau korban jatuh dalam lokasi cedera, tetapi aktivitas dihentikan saat matahari mulai terbenam.

Kebijakan lingkungan federal melarang penambangan lubang tikus di Meghalaya sejak 2014 setelah masyarakat berkomplain terhadap dampak lingkungan dan risiko keselamatan. Meskipun pembatasan ini, praktik ilegal ini masih mendominasi di wilayah seperti East Jaintia Hills.

Kepala polisi distrik Vikash Kumar menilai kemungkinan cedera dialami dinamit, sementara pengajian forensik masih berlangsung. Menteri Utama Meghalaya, Conrad K. Sangma, menyatakan bahwa penyelidikan mendalam akan dilakukan, beserta janji terhadap kemurnian proses.

Pertama Menteri Narendra Modi mengungkapkan ketidakpuasan atas tragedi ini, serta menyampaikan doa untuk korban terluka. Keluarga korban akan menerima dana kompensasi sebesar 200.000 rupiah (sekitar 2.216 dolar AS).

Kecacahan di tambang ilegal mengancam kesejahteraan masyarakat serta lingkungan. Praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam sumber air bersih dan keselamatan umat. Perlu adanya pengawasan lebih ketat dan kesadaran masyarakat untuk menghentikan aktivitas ilegal yang berbahaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan