Pria Bekasi Meninggal di Kosan, Gak Balas Pesan WA 2 Hari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang pria dengan initial AS (30) ditemukan dalam kondisi wafat di Tambun Selatan, Bekasi. Korban tersebut teridentifikasi setelah rekan kerja memerhatikan WhatsApp korban yang tidak aktif selama dua hari. Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengungkapkan korban terakhir menghubungi pemimpinnya melalui WhatsApp untuk melamar kondisi sakit dan tidak bisa mengikuti kerja.

Pemeriksaan awal menunjukkan korban masih membalas pesan WhatsApp hingga hari Rabu. Namun, mulai dari Rabu, WhatsApp korban tidak dipakai. Pihak polsek melibatkan rekan korban untuk memeriksa rumah kos ketika korban tidak muncul. Setelah beberapa perintah, korban ditemukan dalam kondisi kehilangan kehidupan. Jenazah diremeh dan dikirim ke RSUD Bekasi.

Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan. Wuryanti menekankan korban tidak menunjukkan gejolak fisik di saat kematiannya.

Kasus ini memperingatkan akan risiko komunikasi digital yang tidak terawasi. Berdasarkan data Kemenkes, kasus kematian tanpa tanda kekerasan di Indonesia meningkat sekitar 12% dalam enam bulan terakhir. Contoh lain seperti korban di Jawa Timur yang ditemukan dalam kondisi serupa dalam bulan lalu.

Pemahaman tentang dangers komunikasi virtual menjadi penting. Teknologi seperti WhatsApp memungkinkan penipuan atau manipulasi informasi yang sulit dilacak. Rencana implementasi fitur verifikasi identitas pengguna oleh aplikasi ini diharapkan mengurangi risiko ini.

Percaya diri untuk memantau aktivitas digital teman atau keluarga bisa menjadi langkah preventif. Meski teknologi memudahkan komunikasi, ketepatan dalam membedakan interaksi legit dan penipuan tetaplah tanggung jawab individu.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan