Pembayaran Iuran Rp 16,8 T untuk Perdamaian Gaza, Dikembangkan Airlangga: Kita Bayar Kalau Damai

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia siap mengembangkan kontribusi sebesar Rp 16,8 triliun untuk ikut di dalam Dewan Perdamaian, sebagaimana ketentuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pembayaran ini bersifat bersyarat, hanya akan berlakulah jika terjadi kondisi perdamaian di wilayah Gaza.

Airlangga menekankan bahwa finansial negara tidak menjadi ancaman. “Kita memiliki sumber dana yang memadai, jadi tidak ada masalah,” ia penjelas dalam pemberitaan detikJogja Jumat (6/2/2026). Keputusan pembayaran ini tetap disesuaikan dengan pencapaian kesejahteraan di Gaza.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menjelaskan iuran tersebut tidak wajib. Ia menjelaskan keikutsertaan Indonesia di Board of Peace bersifat fleksibel. Negara dapat tetap menjadi anggota selama tiga tahun meski tidak membayar biaya. “Pemilihan membayar atau tidak ada di tangan masing-masing negara,” kata Teddy dalam keterangan resmi Kamis (5/2/2026).

Indonesia tidak diikat pada komitmen finansial sebesar US$ 1 miliar. Keanggotaan di dalam organisasi ini tetap terbuka untuk penarikan diri jika dianggap tidak sesuai dengan prioritas nasional.

Indonesia tetap berpesan untuk memprioritaskan kehadiran di dalam forum perdamaian dengan menimbang nilai diplomasi. Keterlibatan negara ini tetap fokus pada pengecualian politik tanpa mengikis aset. Kebijakan ini mencerminkan strategi untuk tetap aktif berpartisipasi tanpa terpiksa pada beban biaya eksternal.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan