Moody’s pengeluaran outlook kredit RI menjadi negatif, sementara pemerintah dan BI membuka suara.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Penilaian kredit Indonesia dari Moody’s tetap di Baa2
Meski begitu, outlook kredit negara diperkirakan turun ke negatif. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, perubahan ini terjadi karena banyak lembaga rating asing belum memahami strategi kebijakan terbaru yang diimplementasi pemerintah.

Airlangga menjelaskan, dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, bahwa alokasi anggaran APBN 2026 berbeda dari tahun sebelumnya. Fokus sekarang pada program unggulan Presiden Prabowo Subianto, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, ini menjadi tantangan untuk memperserak informasi ke investor asing, terutama yang berhubungan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Danantara adalah kunci menggerakkan investasi global ke Indonesia,” ujar Airlangga. Lembaga ini dirancang untuk mengunlock reform stoke enterprise,omething yang belum dirayakan oleh private sector. Hal ini menjadi solusi untuk mengatasi kekhawatiran rating agency tentang keterbatasan kebijakan.

Moody’s tetap mempertahankan penilaian Baa2, yang mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia. Faktor utamanya termasuk pertumbuhan stabil, kekuatan sumber daya alam, dan demografi menguntungkan. Namun, risiko kebijakan yang tidak certai menimbulkan penyesuaian outlook.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan outlook negatif tidak meredakan fundamental ekonomi. Pertumbuhan triwulan IV 2025 mencapai 5,39%, dengan inflasi tetap di 2,92% dan nilai Rupiah stabil. Sistem keuangan tetap aman dengan likuiditas memadai, permodalan tinggi, dan risiko kredit rendah.

Moody’s memproyeksikan pertumbuhan Indonesia tetap di kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah. Defisit fiskal diperkirakan di bawah 3% PDB, sementara kebijakan moneter akan melanjutkan kontrol inflasi. Namun, tantangan utama adalah meningkatkan basis penerimaan tanpa merusak stabilitas. Pemerintah diharapkan meningkatkan efisiensi perpajakan dan kepabean.

Analisis Investasi Global
Indonesia memang memiliki potensi menarik, tetapi kepercayaan investor asing masih tergantung pada penjelasan politik yang jelas. Danantara membuka peluang untuk reform stoke enterprise, yang bisa menjadi solusi inovatif. Namun, ini memerlukan kerja sama lintas pemerintah dan lembaga asing.

Catatan Akhir
Keberhasilan Indonesia dalam menarik investasi global tergantung pada kejelasan kebijakan dan kemampuan mengeksploitasi keunikan sektor unggulan. Dengan pendekatan yang konsisten, negara ini bisa membangun peluang pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan