Hasil Proyek DME yang Menggantikan LPG: Investor Tidak Menyelenggarakan dan Proses Pembangunan Batal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Proyek yang menggantikan batu bara dengan dimethyl ether (DME) sebagai alternatif Liquefied Petroleum Gas (LPG) tidak lagi berlangsung. Penjelasan dari COO Danantara, Dony Oskaria, menunjukkan bahwa DME masuk dalam daftar proyek yang diatur pemerintah. Namun, proses penelitian mendalam masih berlangsung untuk menentukan teknologi yang akan diterapkan.

Dony mengungkapkan bahwa firma tidak ingin hanya melakukan rutin simbolik groundbreaking. Langkah selanjutnya diharapkan lebih praktis. “Kita fokus pada teknologi yang akan membuat output DME kompetitif di pasar,” ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta. Tambahnya bahwa proyek ini akan dikendalikan oleh PT Bukit Asam Tbk.

Proyek ini sebelumnya berhenti karena investor AS, Air Product, tidak melanjutkan. Namun, Dony tetap optimis. “Dengan analisis yang lebih detail, kita harap dapat menghadapi peluncuran DME dalam 1-2 bulan ke depan,” tegasnya.

Penggantian LPG dengan DME dianggap strategis untuk mengurangi konsumsi fosil. DME diperkirakan lebih ramah lingkungan dan efisien. Meski prosesnya terhambat, proyek ini masih dipertimbangkan karena potensialnya dalam sektor energi bersih.

Proyek ini mungkin menjadi contoh inovasi energi Indonesia. DME yang lebih bersih dan mudah dikompresi bisa menjadi solusi alternatif di berbagai sektor. Keberhasilannya bergantung pada penelitian teknologi yang efektif.

Inilah kesempatan untuk Indonesia mengembangkan teknologi energi terbaru. DME bukan hanya menggantikan bahan bakar tradisional, tetapi juga mempertahankan ketahanan energi bangsa. Jika berjalan lancar, proyek ini bisa menjadi landmark di bidang inovasi energi nasional.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan