Harga Bitcoin terus turun ke bawah sebesar US$ 64.000 karena peningkatan keinginan menjual oleh investor. Token ini mengalami penurunan hampir 30% dalam satu tahun terakhir. Di satu titik, Bitcoin turun hingga US$ 62.303, menjadi harga terendah sejak November 2024. Terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 63.010.
Analis dari Deutsche Bank, Marion Laboure, menilai penjualan yang stabil menunjukkan bahwa investor kehilangan minat dan pesimisisme terhadap kripto semakin kuat. Pada satu minggu, Bitcoin turun 20% setelah turun di bawah US$ 70.000 pada Kamis (5/2). Turunnya ini memicu peningkatan penjualan karena banyak klaim tentang Bitcoin yang tidak terwujud.
Investor mulai gaya karena peningkatan risiko geopolitik dan ekonomi di Venezuela, Timur Tengah, dan Eropa. Bitcoin hanya dianggap sebagai alternatif untuk fiat atau aset aman seperti emas. Namun, pada awal Oktober 2025, Bitcoin mencapai puncak di atas US$ 126.000. Mata uang digital lain juga turun tajam. Ether turun 23% dalam minggu ini, menyentuh level terburuk sejak November 2022. Solana turun 24% dan mencapai US$ 88,42, menjadi harga terendah dalam dua tahun.
James Butterfill dari Coinshares memastikan bahwa US$ 70.000 sebagai batas kunci. Jika tidak ditahan, harga bisa turun hingga US$ 60.000 hingga US$ 65.000.
Data riset terbaru menunjukkan bahwa investor mulai mengeluh karena volatilitas Bitcoin. Studi dari Coinshares menunjukkan korelasi positif antara krisis global dan penurunan harga kripto. Analisis tambahan dari institusi finansial mengungkapkan bahwa kepercayaan terhadap Bitcoin terkait dengan stabilitas makroekonomi.
Studi kasus dari perusahaan teknologi besar menunjukkan dampak Bitcoin terhadap strategi investasi. Infografis menunjukkan tren harga Bitcoin dari 2025 hingga 2026, memvisualisasikan penurunan mendadak.
Bitcoin turun karena faktor eksternal seperti inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, potensi pemulihan ada jika kondisi ekonomi melancarkan. Investor perlu memantau indikator seperti volume perdagangan dan sentimen pasar.
Peningkatan penjualan Bitcoin menunjukkan kebutuhan penyesuaian strategi. Alternatif seperti aset stabil atau topik lain mungkin menjadi pilihan. Penelitian lebih dalam diperlukan untuk memahami dampak jang termurah.
Investor harus tetap waspada terhadap fluktuasi harga. Fokus pada analisis jang termurah bisa membantu mengelola risiko. Keputusan investasi harus dipertimbangkan berdasarkan data riil.
Pemasaran kripto mungkin berubah dengan regulasi lebih ketat. Inovasi teknologi seperti blockchain bisa menjadi solusi untuk masalah volatilitas.
Harga Bitcoin mungkin akan kembali menuju US$ 70.000 jika investor merenungkan. Tapi, tanpa kepercayaan, penurunan bisa lebih ekstrim. Perhatian terhadap tren pasar dan risiko global sangat penting.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.