Jakarta – Beberapa bangunan di Pacitan diperkirakan rusak karena gempa M 6,4 yang menggeser wilayah tersebut pada pukul 01.06 WIB. BPBD Pacitan masih mencatat jumlah struktur yang terpengaruh.
Langsung setelah gempa terjadi, sebuah rumah di Kelurahan Ploso mengalami kerusakan sebagian. Di sekitarnya, di Kelurahan Kembang dan Kecamatan Arjosari juga tercatat kerusakan. Penanggulangan awal dilakukan oleh Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin, yang masih mengumpulkan data dari berbagai daerah.
Erwin menjelaskan bahwa fase pemantauan sedang berlangsung. “Besok pagi segera kami umumkan informasi lengkapnya,” kata Erwin saat dimuatin. Gempa M 6,4 dideteksinya BMKG dengan pusat di 89 kilometer tenggara Pacitan dan kedalaman 10 kilometer. Penyebab gempa ini tidak berpotensi tsunami.
untuk informasi lebih lanjut, bisa dibaca di [link asli], meski kami tidak menambahkan link dalam teks akhir.
BPBD Pacitan telah mempertimbangkan peningkatan ketentuan kelistrikan di area terpapar gempa. Studi terbaru menunjukkan bahwa struktur bangunan tradisional di daerah pantai seperti Pacitan lebih rentan terhadap gempa kecil hingga menengah. Meski gempa M 6,4 tidak memicu tsunami, risiko erosi tanah dan kerusakan infrastruktur tetap tinggi.
Contohnya, di Kelurahan Ploso, beberapa rumah tua tanpa fondasi kuat telah terpotong. Sementara di Kelurahan Kembang, jalan utama tak beroperasi sementara karena kerusakan jalan ringan. BPBD Pacitan menyarankan masyarakat untuk memperbarui desain bangunan dengan material tahan gempa.
Data tambahan menunjukkan bahwa gempa di Pacitan ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang sering terjadi di zona tenggara. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa M 6,4 terjadi di zona subduksi, di mana garis tektonik bergerak vertikal. Hal ini memicu gempa dengan daya besar meski jarak senter jarak jauh.
Beberapa lembagaswerta telah memulai pemeriksaan terdepannya terhadap bangunan sekolah dan klinik di area berbahaya. Siswa dan pasien yang terpinggirkan di Kelurahan Ploso dan Arjosari sedang dipindahkan ke tempat sementara. BPBD Pacitan menyarankan masyarakat untuk menyiapkan tas darurat dan dokumentasi penting.
Pemuda yang tinggal di Pacitan bisa belajar dari gempa ini untuk meningkatkan siapness. Meskipun gempa M 6,4 tidak sangat berbahaya, dampaknya pada infrastruktur lokal masih signifikan. Investasi dalam teknologi deteksi dini dan konstruksi berkelas tinggi dapat mengurangi risiko di masa depan.
Pendahuluan langkah penegakan ketentuan keamanan bangunan adalah solusi jangka panjang. Komunitas harus aktif melaporkan kerusakan kecil sebelum gempa besar terjadi. Setiap petualangan ke daerah gempa harus disertai perencanaan darurat.
Gempa M 6,4 di Pacitan menjadi pengingat bahwa alam selalu bergerak. Siapnessi bukan hanya untuk bencana alam, tetapi juga untuk memahami geologi lingkungan sekitar. Semakin cepat kita memahami risiko, semakin cepat kita bisa melindungi diri.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.