Bank Mandiri Menandatangani Solid Fundamental di 2025, Faktor Pendukungnya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perekonomian Indonesia Bawa Arus Pertumbuhan Solid di 2025
Sebagai indikator positiv, perekonomian Indonesia terus berkembang dengan rata-rata 5,11% per tahun di 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat, di dukungan aktivitas luar negeri dan tambahan produktivitas dalam sektor dalam negeri. Pemerintah juga memanfaatkan kebijakan yang fleksibel untuk mendukung keterbukaan pasar, sehingga ekosistem perekonomian tetap stabil.

Bank Mandiri, sebagai bagian dari keberlanjutan perekonomian, mempertahankan keseimbangan keuangan dengan penguatan layanan digital yang lebih terintegrasi. Berdasarkan laporan keuangan 2025, aset bank mencapai Rp 2,829,9 triliun, naik 16,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Penarikan kredit juga tumbuh 13,4% menjadi Rp 1,895,0 triliun, yang mencerminkan kontribusi bank dalam mendorong ekonomi nasional.

Sektor UMKM menjadi fokus utama dalam peningkatan kredit. Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan ke 1,3 juta pelaku UMKM, di mana kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik 4,88% meski tren industri lain menurun. Segala upaya ini bertujuan untuk memperkuat basis ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja.

Digitalisasi Layanan Bermanfaat untuk Nasabah
Akselerasi layanan digital Bank Mandiri menjadi kunci pertumbuhan kinerja. Aplikasi Livin’ by Mandiri yang menjadi super app utama, digunakan oleh 37,2 juta pengguna, naik 27% setahun. Fitur seperti pembayaran digital, QRIS, serta pengelolaan investasi meningkatkan kepraktisan perbankan. Setiap hari, aplikasi ini menambahkan 25 ribu pengguna baru, menunjukkan adopsi teknologi yang pesat.

Di segmen korporasi, platform Kopra by Mandiri memperkuat solusi digital untuk nasabah besar. Fitur seperti Cash Management, Value Chain financing, dan Trade Finance memfasilitasi transaksi pelaku usaha. Layanan ini didukung dashboard keuangan real-time yang memudahkan pengelolaan dana.

Kualitas Aset dan Profitabilitas Terjaga
Kondisi aset Bank Mandiri tetap stabil dengan rasio NPL Gross sebesar 0,96%, di bawah rata-rata industri. Laba tahun 2025 mencapai Rp 56,3 triliun, didorong oleh pendapatan bunga Rp 106 triliun. Diversifikasi pendapatan non-bunga juga meningkat 14,5%, dari transaksi nasabah dan layanan berbasis ekosistem.

Bank juga fokus pada manajemen risiko yang disiplin. Kualitas pembiayaan dan struktur pendanaan tetap solid, sehingga profitabilitas bisa terus tumbuh. Pendekatan ini membuat bank mampu mempertahankan fondasi keuangan yang kuat untuk masa depan.

Dukung Program Pertama Negara
Bank Mandiri berperan strategis dalam program pemerintah. Selama 2025, bank menyalurkan Rp 41 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 360 ribu UMKM. Dukungan juga dilaksanakan melalui penguatan ekonomi desa dengan rekening untuk Koperasi Desa dan BUMDes.

Selain itu, bank aktif dalam pembangunan sosial seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di_area terpapar musibah, Bank Mandiri meringankan beban melalui pembiayaan dan bantuan sosial. Kontribusi pajak bank mencapai Rp 277 triliun dalam 25 tahun terakhir, menjadi nilai penting bagi negara.

Keberlanjutan Jadi Fondasi Strategi
Bank Mandiri terus memperkuat prinsip ESG (Kesadaran Lingkungan, Sosial, danGovernance) melalui tiga pilar utama. Pembiayaan hijau mencapai Rp 166 triliun, memenuhi kebutuhan proyek lingkungan. Di operasi, bank berusaha mencapai Net Zero Emission pada 2030 dengan penggunaan kendaraan listrik dan panel surya.

Inklusi keuangan juga menjadi prioritas. Program Livin’ Merchant mendorong 62,7% pengguna sebagai UMKM di wilayah non-urban. Upaya ini sejalan dengan SDGs dan Asta Cita Presiden Prabowo. skor ESG Risk Rating Bank Mandiri mencapai ‘negligible risk’ oleh Sustainalytics, menunjukkan ketegunan global.

Penutup: Masa Depan Berkelanjutan Ditemukan di Bank Mandiri
Bank Mandiri membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan bisa berjalan berdampingan. Dengan teknologi digital, dukungan UMKM, dan komitmen ESG, bank tidak hanya meningkatkan kinerja, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Setiap langkah inovasi dan pembiayaan yang terukur menjadi bukti bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, tetapi keharusan bagi kejelajanan nasional. Mari kita dukung upaya Bank Mandiri untuk melanjutkan peran sebagai pelayanan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan