6 Proyek Hilirisasi dengan Prioritas Rp 118 T Berkhusus Hari Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah mengeksploitasi peluncuran enam proyek hilirisasi fase I secara bersamaan hari ini. Latar belakang ini dirancang untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui pembangunan infrastruktur strategis. Investasi total yang diinvestasikan mencapai US$ 7 miliar, yang setara Rp 118,14 triliun berdasarkan kurs Rp 16.878 per dolar.

Cepatnya penyelenggaraan ini merupakan program utama yang diprioritaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Rosan Roeslani, sebagai direktur eksekutif BPI Danantara, menekankan pentingnya proyek ini bukan hanya untuk hasil ekonomi tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi hilirisasi secara berkelanjutan dibanding tahun sebelumnya, dimana fokus sebelumnya lebih berpusat di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi.

Sebuah proyek hilirisasi di Mempawah melibatkan dua proyek, yaitu pembangunan smelter alumina dan SGAR. Perusahaan yang berpartisipasi meliputi PT Inalum, PT Antam, dan PT Bukit Asam. Di Banyuwangi, PT Pertamina dan PTPN mengembangkan pabrik bioetanol yang menggabungkan sektor pertanian dan energi. Di Cilacap, PT Pertamina fokus pada pembangunan pabrik bioavtur untuk mendorong transisi energi.

Proyek hilirisasi di Gresik, yang dipimpin PT Garam dan ID Food, bertujuan untuk mempercepat transformasi garam sebagai bahan baku industri. Sebagai penempatan terakhir, pabrik budidaya unggas di Malang dan tiga wilayah lain secara terintegrasi oleh ID Food, Berdikari, dan PTPN III.

Dengan pendekatan yang lebih terdistribusi, proyek ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan di wilayah hilirisasi. Rosan menggarisbawahi bahwa pendekatan ini akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional serta meningkatkan keterkaitan antara investasi strategis dengan kebutuhan masyarakat.

Proyek ini tidak hanya menjadi solusi untuk kebutuhan energi dan industri, tetapi juga menjadi peluang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal. Proses ini membutuhkan kolaborasi antarparti dan pengelolaan sumber daya yang optimal.

Dengan melaksanakan proyek ini, Danantara menunjukkan komitmen untuk mendorong kemandirian industri dan mempersatukan berbagai sektor. Ini menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana investasi besar dapat dikonversi menjadi manfaat bagi masyarakat.

Dengan ini, proyek hilirisasi Danantara tidak hanya menjadi pencapaian teknologi tetapi juga simbol ketangguhan ekonomi Indonesia. Setiap proyek menyimpan potensi untuk berubah menjadi sumber keberhasilan nasional. Semoga ini menjadi contoh bagaimana vision besar dapat diwujudkan melalui kerja sama yang konsisten.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan