TASIKMALAYA, Thecuy.com — RSUD Dewi Sartika di Kota Tasikmalaya masih menunggu pengadaan alat ventilator yang diperlukan. Alat ini harus kami siapkan agar pasien bisa diakses layanan BPJS Kesehatan.
Anggaran untuk membeli ventilator hanya tersedia di APBD Perubahan 2026, bukan di anggaran murni atau percepatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, mengakui proses ini perlu menunggu tiba-baik data anggaran.
“Anggaran ini disiapkan di perubahan. Kemarin kemungkinan besar tidak bisa dipercepat karena terlalu dekat waktunya,” ujar Asep Selasa (3/2/2026).
Dinas Kesehatan telah memasukkan rencana pengadaan ke dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dan mekanisme LKPP. Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi penghalang utama. Harga satu unit ventilator mencapai ratusan juta rupiah. Kalau jumlahnya lebih dari satu, total biaya bisa sangat tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan juga menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat prioritas lain seperti perbaikan jalan, pendidikan, dan pelayanan dasar harus dipertimbangkan. “Kalau ada duit, semua bisa jalan. Tapi karena terbatas, masuk ke skala prioritas,” kata Asep.
Meskipun demikian, masyarakat tetap terlayani melalui 15 rumah sakit lain yang sama kerja sama BPJS Kesehatan. UHC Kota Tasikmalaya mencapai 80 persen. Namun, fasilitas RSUD Dewi Sartika belum siap digunakan maksimal karena belum terhubung dengan BPJS. Syaratnya sekarang memerlukan ventilator dan jalur oksigen di tiap bed.
Dengan ini, krisis kesehatan di Tasikmalaya bisa mengundur lebih lama. Alat medis penting ini harus kami persiapkan, meski dana terbatas. Prioritas kesehatan masyarakat tidak boleh terpinggirkan karena anggaran terbatas.
Dari hal ini, penting untuk mengingat kesehatan bukan hanya ataupun terlepas dari anggaran. Meski terbatas, solusi harus tetap kreatif dan prioritas. Alat seperti ventilator bukan hanya untuk hobi, tapi untuk mencegah kematian. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan fasilitas kesehatan bisa diakses sepenuhnya.
Dengan keterbatasan anggaran, kita harus lebih cerdas dalam pengelolaan. Jangan sampai alat penting ini ruma karena anggaran terbatas. Kita harus fokus pada prioritas yang benar, termasuk kesehatan.
Pasokan ventilator di RSUD Dewi Sartika harus kami selesaikan. Tanpa alat ini, risiko kematian pasien akan meningkat. Kita harus minta dukungan dari pemerintah atau pihak terkait untuk mempercepat proses pengadaan.
Dengan semangat ini, pelayanan kesehatan di Tasikmalaya tetap bisa berjalan. Kita harus memastikan fasilitas seperti ventilator bisa dimanfaatkan sepenuhnya. Kesehatan adalah hak yang harus diwujudkan, meski dengan cara yang berbeda.
Akhirnya, pembelian ventilator ini bukanlah masalah kecil. Ini tentang kehidupan manusia. Kita harus jaga kesehatan dengan sempurna, bahkan dengan alat yang dibutuhkan. Jangan biarkan anggaran menjadi penghalang untuk menyelamatkan pasien.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.