Jada Jenaka Wenang, Juda Agung Menemukan Harta Rp 56 Miliar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Juda Agung dianugerahkan secara resmi sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Thomas Djiwandono atau Tommy. Pelantikan ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB. Juda AgungKnown memiliki kekayaan sebesar Rp 56 miliar, tercatat di sistem e-LHKPN KPK pada 5 Februari 2026.

Harta kekayaan Juda Agung tercatat meliputi tanah dan bangunan disperse di Jakarta Pusat, Bogor, dan Jakarta Selatan dengan nilai Rp 21,5 miliar. Semua aset tersebut merupakan milik pribadi. Selain itu, Juda memiliki mobil Toyota Fortuner, Toyota Calya, dan BMW 730li M Sport dengan total nilai Rp 1,877 miliar. Selain aset fisik, Juda juga memiliki surat berharga sebesar Rp 22 miliar serta dana sebesar Rp 11 miliar. Hukumnya mencatat hutang mencapai Rp 1,6 miliar, sehingga total kekayaan menjadi Rp 56.084.744.920.

Juga Agung sebelumnya menjabat sebagai Deputi di Bank Indonesia (BI) sebelum ditolong Tommy. Pelantikan ini digelar dengan kehadiran berbagai jabatannya, termasuk Wapres Gibran Rakabuming, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan lainnya. Proses dimulai dengan pemutaran lagu Indonesia Raya, disusul dengan sumpah jabatan dari Juda Agung.

Dalam sumpahnya, Juda Agung berkomitmen menjalankan tugas dengan integritas dan ketatnya terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Ia menekankan pentingnya etika jabatan dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Setelah pemberitaan harta, Juda wajib menyelenggarakan laporan kekayaan secara terperinci di awal masa jabatan.

Pelantikan ini mencerminkan perubahan strategis dalam pemerintahan. Juda Agung, yang sebelumnya sebagai deputi BI, menawarkan pengalaman yang berbeda untuk mengelola kewangan negara. Harta kekayaan yang lengkap menunjukkan kesesuaian dengan tanggung jawab yang kompleks.

Ketika memastikan transparansi, Juda Agung harus tetap konsisten dalam melaksanakan tugasnya. Penggantian Tommy Djiwandono ini menunjukkan keinginan pemerintah untuk membawa perspektif baru dalam pengelolaan anggaran.

Apa yang dimaksud dengan pelantikan ini? Jika pemerintah ingin modernisasi aparat keuangan, Juda Agung harus menunjukkan kemampuan berkelanjutan. Harta kekayaan yang luas bisa menjadi penguat atau tantangan tergantung pada cara mengelola.

Dengan ini, Juda Agung memulai perjalanan baru. Keberhasilannya tidak hanya tergantung pada kekayaan, tetapi juga pada visi dan integritas dalam menjalankan fungsi. Semoga pelayannya memberikan manfaat bagi negara.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan