Bahlil mengungkapkan PAW Adies oleh putra dalam DPR seperti hasil pemilihan 2024

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bahlil Lahadalia, ketua umum Partai Golkar, menyatakan bahwa Adies Kadir akan digantikan dalam proses PAW oleh Adela, putrinya. Ia menekankan bahwa perubahan ini dilakukan sesuai prosedur kewenangan, bukan karena keterkaitan keluarga. “Mechanisme penggantian PAW diatur melalui suara tertinggi setelah pemilihan anggota DPR. Terjadi, bahwa nomor dua di daftar calon Pak Adies merupakan Adela, anaknya, sehingga tidak ada alasan pribadi yang menjadi alasan,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Februari 2026.

Adies, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua DPR dan kini menjadi hakim Mahkamah Konstitusi, menyatakan waktunya sudah berakhir. Berdasarkan hasil Pileg 2024, Adies Kadir mengumpul 147.185 suara dari calon Golkar di Jawa Timur I. Adela, sekaligus mantan wakil ketua DPR dan kader Golkar, mendapatkan 12.792 suara, menjadikannya calon kedua. Calon ketiga adalah Andi Budi Sulistijanto dengan 12.064 suara.

Adela dikenal sebagai putri Adies Kadir, dualitasnya sebagai anggota Golkar dan calon DPR. Mekanisme PAW dijelaskan dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Pasal 239 UU MD3 memastikan penggantian dapat dilakukan ketika anggota DPR mengundurkan diri. Pasal 242 menjelaskan bahwa calon dengan suara teratas setelah pensilihan akan mengisi puasa yang kosong.

Mechanisme ini menjaga kestabilan politik partai dan keadilan dalam pemilihan. Proses yang teratur mengurangi risiko nepotisme atau pemilihan berdasarkan hubungan, meskipun terlibat keluarga. Adies dan Adela, sebagai anggota Golkar, menunjukkan konsistensi dalam partisipasi politik.

Pemilihan yang transparan dan objektif menjadi landasan untuk kepercayaan masyarakat terhadap proses politik. Konsistensi kader partai dalam menegakkan posisinya juga menjadi contoh praktis dalam menjaga kelestarian ideologi.

Kehidupan politik terus berubah, tapi prinsip keadilan tetap menjadi dasar yang tidak bisa diabaikan. Semakin banyak yang melihat kebutuhan untuk reformasi yang benar-benar inklusif, tanpa tergoda oleh kepentingan pribadi. Ini menjadi tantangan bagi semua pihak untuk menjaga kenyamanan politik di masa mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan