160 Pasien Cuci Darah Tidak Bisa Berobat, PBI BPJS Tetiba Non-Aktif

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya laporan关于100 pasien yang tidak dapat demekan dialisis setelah status PBI BPJS Kesehatan tidak aktif. Diri itu juga meminta Kementerian Sosial mempercepat mekanisme reaktivasi status ini, terutama untuk pasien penyakit kronis.

“Kita turun ke Kementerian Sosial untuk diskusi, karena Kemenkes juga menjadi stakeholder,” bersampaikan Budi saat menghadiri di Gedung Kemenkes RI Kamis (5/2/2026). “Proses reaktivasi pasien penyakit kronis sedang dibahas bersama pihak terkait. Kita sedang mengeksplorasi cara untuk mempercepat proses administrasi,” ujarnya.

Khusus soal pasien penyakit kronis, alternatif administrasi yang lebih efisien sedang dibincangkan. Namun, Budi mengakui belum mengetahui detail teknisnya, hanya bahwa komunikasi sudah ada antara BPJS dan Kemensos.

Ketua Umum KPCDI Tony Richard Samosir sebelumnya menyoroti situasi pasien dialisis yang berbahaya. “Proses ini tidak boleh ditunda, karena setiap jam pasien menghadapi risiko keracunan darah atau kematian,” tulisnya Rabu (4/2/2026). “Hasil pencarian darah bukanlah masalah administrasi, tapi keserakahan hidup.”

Analisis dan Penyelesaian yang Mungkin Dilakukan
Berkat teknologi digital, pemerintah bisa mengembangkan sistem otomatis untuk memantau status PBI. Sebagai contoh, aplikasi mobile dapat mengirim notifikasi reaktivasi secara langsung ke pasien. Selain itu, kolaborasi lebih dekat antara Kesehatan dan Sosial diperlukan untuk mengintegrasikan data pasien dan mempercepat verifikasi.

Studi Kasus Imitatif
Dalam satu provinsi, pasien dengan penyakit kronis berhasil kembali ke rumah sakit setelah PBI diperbarui melalui portal digital. Prosesnya lebih cepat dibandingkan pendampingan fisik, menunjukkan keuntungan sistem yang berbasis teknologi.

Sidak Temu
Sistem kesehatan akan gagal jika tidak bisa memberikan akses ke obat yang vital tanpa tanggapan cepat. Reaktivasi PBI bukan hanya soal administrasi, tapi soal memilih hidup dan kesehatan bagi jutaan masyarakat. Waktunya untuk reformasi yang benar sudah sangat.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan